PPI : Aksi Demo Tim DIAmi di Backup Ormas dan Pimpinan Kadis Rawan Konflik

Adhie Jumat, 13 April 2018 10:27 WIB
599x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- Aksi demo belakangan ini yang kerap dilakukan pendukung paslon Danny Pomanto- Indira (DIAmi) setelah kalah di PT TUN, dinilai rawan menimbulkan konflik. Apalagi jika aksi tersebut telah berani melawan petugas kepolisian.

Terlebih lagi amat disayangkan lantaran pimpinan ormas yang getol melakukan aksi hingga bakar ban, menutup jalan, anarkhis, ternyata pimpinannya adalah para kepala dinas di lingkup pemkot Makassar.

"Kita selalu mengedepakan prinsip untuk mengawal demokrasi yang damai. Tidak boleh karena kepentingan kita tidak terakomodir, lalu merusak tatanan yang ada. Silahkan protes tapi pada jalur yang benar," kata Ketua Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulawesi Selatan, Taqwa Bahar, Jumat (13/4/2018) terkininews.com

Menurut dia, meski tak setuju dengan setiap putusan lembaga yang ada, tapi nilai nilai penghormatan kepada setiap lembaga harus dijunjung tinggi. Tandasnya

"Boleh  tidak terima, tapi putusan KPU, putusan panwas, pengadilan, lembaga DPRD, kepolisian, atau apapun itu, harus dihormati. Protes silahkan, tapi pada jalur yang benar, tidak menganggu orang lain,"kata Taqwa Bahar.

Belakangan ini ormas ormas dan komunitas pendukung DIAmi makin sering menggelar aksi demo. Mereka memprotes PT TUN atas putusannya untuk menganulir pencalonan Danny-Indira. Mendatangi  KPU karena dianggap tidak  netral, melaporkan Gakkumdu  ke Bawaslu dinilai tidak tegas, hingga demo di kantor  DRPD memprotes 13 anggota dewan. 

Menariknya, hampir  semua komunitas ini adalah orang orang dekat Danny Pomanto di pemerintahan. Sebut misalnya Laskar Merah Putih (LMP), organisasi ini digawangi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapemda) kota Makassar, Irwan Adnan.

Meski pisisinya status non aktif, tapi kendali dan pembiayaan LMP masih sepenunya ditangan Irwan. Begitu juga organisasi Garda Nusantara, yang diketuai Andi Bukti, Kepala Badan Perizinan Satu Atap, pengendali seluruh kegiatan perizinan di Makassar. Satu komunitas lagi, Mesa'kada belakangan diketahui, dibeckup Kadis PU, Ir Ansar.

Adapun Pemuda Pancasila dan Brigade 08 yang selalu berada di barisan terdepat pendukung Danny, dipimpin pengusaha yang juga dekat dengan petahana Danny Pomanto.

Sementara Pemuda Pancasila dipimpin  Erwin Hatta dan Brigade 08 diketui Lukman. Dua duanya dikenal banyak berhubungan dengan proyek proyek besar di pemerintah kota Makassar. Tutur Taqwa Bahar.

Terkait dengan ormas pendukung  DIAmi yang dipimpin kadis dan para pengusaha, Taqwa Bahar mengingatkan resiko besar berada di depan mereka.

"Bisa dibayangkan, kalau pihak kepolisian merasa terusik, merasa ikut terganggu karena aksi aksi anarkhis yang tidak simpatik, itu bisa fatal. Pasti yang ditanya pertama adalah siapa ketuanya, siapa yang gerakkan?"kata Taqwa Bahar. (*)