Opini Pettarani Bone dan Pertanyaan Sang RW Buat Danny

Redaksi Sabtu, 14 April 2018 16:12 WIB
863x ditampilkan Opini

MAKASSAR, -- Benarkah Danny Sejahterakan RTRW..? Tentu adalah ulasan nendalam terkait hak tersebut dimana seorang Ketua RW, Pettarani Bobe butuh perincian atas segala hal yang menjadi pertanyaan yang tentu belum mendapat kepuasan jawaban

Mari kita mulai dengan pertanyaan  mana yang lebih sejahtera RTRW penerima insetif Rp. 1 juta/bulan atau RTRW penerima insentif Rp. 250 ribu-Rp. 750 rb per bulan ?? 

Jawabanya yang tepat tersebut tentunya mengacu pada lebih sejahteranya RT/RW penerima insentif Rp. 1 juta per bulan daripada mereka yang menerima di bawah jumlah itu. Anda sepakat kan? Menurut Pettarani Bone 

Yang kemudia ia lanjutkan pada kampanye 2013 lalu dimana DP janji akan  memberikan insentif RT/RW Rp. 1 juta per bulan, naah itu adalah hal lain niat baik DP, akan tetapi tentunya dari sisi pendapatan DP ingin yang meningkatkan kesejahteraan RT/RW. Akan sabgat di setujui DPRD saat itu. 

Dalam praktiknya selama tiga tahun, ternyata DP melenceng dari janjinya!! Dia tak mau memberi Rp. 1 juta sebulan dengan dalih ada 9 indikator yang tak dipenuhi, kini DP hanya memberikan insentif RT/RW maksimal Rp. 750 rb/per bulan.

Sebab itu,  dari sisi insentif, tak ada kalimat yang tepat ditulis selain kalimat ini;  "Omong kosong DP meningkatkan kesejahteraan RTRW". Ungkap Pettarani Bobe lebih jauh. Kepada terkininews.com

Lantas pergi ke mana sisa potongan insentif  Rp. 1 juta.?? Tanya Pettarani Bone

Gelap, tidak ada yang tahu karena tidak ada laporan ke publik telah tersusunnya oleh  Inspektorat, KPK, BPK terkait keberadaan dana pemotongan insentif RTRW.

Namun Lebih jauh Pettarani Bobe sang ketua RW kembali pertanyakan fasilitas kerja berupa HP Oppo?? 

Perlu digaris bawahi, bahwa  barang ini tidak punya pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan RT/RW. Dimana salah satu media daring yang terbit Jumat (13/4) sangat tidak masuk akal dan termasuk ketegori membodohi rakyat.

Di samping tak logis, berita ini berupaya memutar balik fakta/kebenaran yang mengutip pendapat Ketua RT3/RW3 Kelurahan Pattinggaloang Baru Kec Ujung Tanah yang diwakili Jabir Dahlan.

Tentu mungkin adalah salah satu media yang pro paslon DP ini, secara implisit, menuduh paslon App1Cicu menggunakan issu HP Oppo untuk kepentingan politik.?? 

Padahal sejatinya, justeru  DP yang menggunakan HP Oppo untuk tujuan politik. Karenanya kubu  App1Cicu melayangkan protes atau gugatan karena barang ini milik Negara, dan bukan milik pribadi DP.

Lantas,  apa kaitan HP Oppo dengan kepentigan politik DP ? Bertanyalah Bobe dengan kebutuhan jawaban sesungguhnya. 

Ingat.!! untuk memantau dan memberi penilaian objektif terkait kinerja RT/RW, maka DP membuat program  HP OPPO yang  berisi applikasi dan bermuatan 9 kriteria kinerja RTRW. 

Applikasi ini berfungsi otomatik  meghitung sendiri  nilai atau poin RT/RW dan poin akan muncul setelah RTRW mengirim satu, dua, atau tiga aktivitasnya dari 9 aktivitas dalam applikasi. Semakin  banyak laporan kegiatan, semakin tinggi nilai kinerja RT/RW mereka. 

Penilaian mesin ini objektif karena menolak campur tangan manusia, camat, lurah dan LPM yang kendati demikian, bagaimana realisasinya? Jawabannya nol koma nol.. Nol... Nol...!! 

Tidak ada applikasi cerdas dalam HP Oppo RT/RW. HP Oppo yang ada di tangan RT/RW saat ini sama saja statusnya  dengan HP Oppo umumnya. Padahal applikasi itu merupakan  tujuan utama diadakannya program HP Oppo sebagai  bagian dari program smart city. 

Kalau tujuannya tidak ada, bukan untuk penilaian kinerja RT/RW secara objektif, lalu apa sebenarnya tujuan pemberian HP Oppo yang rupanya untuk membuat senang RT/RW menerimanya?.

Ini mungki adalah ulasan bodoh orang yang belum tau dari seorang Pettarani Bone!?! 

Karena pemberian HP bermasalah ini mendekati tahun politik, diparuh Desember 2017, maka tentu tidak salah muncul penafsiran ini bahwa "Pemberian HP Oppo bertujuan untuk menanam budi pada tokoh masyarakat, simpul politik. Hasil tanam budi ialah adanya  dukugan politik RT/RW dan warganya" yang jadi harapan DP.?? 

Kesimpulan itu diperkuat oleh fakta berupa istilah penghianat yang dituduhkan kepada RT/RW yang telah menerima HP Oppo namun  pro App1Cicu dengan ata lain, karena kecewa, DP menuduh penghianat RT/RW yang pro App1Cicu.

Akan tetapu DP juga lupa, dana pembelian HP berasal dari uang rakyat, bukan miliknya. RT/RW dipilih warganya, bukan dipilih oleh dirinya. (*).