Sela Hiruk Pikuk Politik Rahman Pina Punya Cara Eksis Solidkan Tim NH Aziz-Appi Cicu

Adhie Ahad, 15 April 2018 08:30 WIB
83x ditampilkan Makassar

MALINO, -- Pilkada tentu tidak selamanya penuh hiruk pikuk, penuh ketegangan, perseteruan, ada sisi membahagiakan dalam politik melalui jalinan kekeluargaan. Merekatkan persahabatan, tanpa sekat, tanpa batas.

Itulah yang dilakukan legislator Golkar Makassar, Rahman Pina , mengisu akhir pekan disela-sela hiruk pikuk politik di  Pilwali kota Makassar dan Pilgub Sulawesi Selatan. Sabtu pagi, (14/4) bendahara Golkar Makassar memboyong ratusan tim pemenangan NH Aziz-Appi Cicu, di dataran tinggi nan hawa dingin, wisata pegunungan Malino, kabupaten Gowa.

Menempati sebuah villa dan memasang puluhan tenda, mereka tampak larut dalam kebersamaan. Puluhan ibu ibu memasak dan menyiapkan kebutuhan makan minum peserta, sementara yang lain bercengkarama dan berdiskusi, bagaimana memenangkan kontestasi pemenangan.

Saat malam mulai beranjak, satu unit sound system mulai dibunyikan, lalu menyalakan api unggun, game game kebersamaan pun digelar dengan melibatkan seluruh peserta.

Seakan tak peduli  kelompok umur hadir, mereka benar benar larut dalam suasana nan sejuk. Kegiatan "Family Gathering"  tersebut diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari lomba domino, lomba nyanyi dan jogging pagi menikmati sejuknya udara Malino.

"Ini yang cocok. Kami seperti sudah dalam satu  keluarga dan bekerja untuk pak NH Azis sama Appi Cicu, lebih santai dengan rekreasi," kata erte mudayya salah seorang tokoh masyarakat dan ketua RT yang ikut dalam rombongan.

Ketika malam sudah mulai larut, legislator Golkar Makassar Rahman Pina, tampil memberikan sambutan dan pengarahan. Ia meminta seluruh tim dan jaringan pemenangan tetap bekerja maksimal. "Tak ada kemenangan yang diraih dengan mudah. Semua butuh perjuangan, butuh soliditas. Karena itulah, mari kita bergenggaman tangan menjemput kemenangan yang sudh ada di depan mata,"katanya penuh semangat.

Meski kontestasi Pilwali dan Pilgub makin panas, legislatot dua periode ini meminta seluruh jaringan tidak ikut panas. "Biarkan yang lain panas, jangan kita  ikut panas. Seperti bermain gendang, kitalah yang menabuh gendang,  lalu dia ikut menari,"katanya disambut teriakan "cocoki" dari peserta ya g hadir. (*)