Selain Hambat Peningkatan Kompetensi Guru Ketua PGRI Bengkayang Juga Beri Ancaman Lisan

Redaksi Ahad, 15 April 2018 08:01 WIB
555x ditampilkan Headline Pendidikan

BENGKAYANG, -- Upaya peningkatan pada kompetensi guru tidak selalu akan berjalan mulus, meski kompetensi guru Indonesia masih begitu memprihatinkan terutama diberbagai daerah yang sulit dijangkau pemerintah pusat dan daerah belum memiliki kemampuan maksimal untuk meningkatkan kompetensi guru.

Hambatan regulasi pun menjadi salah satu sebab lambatnya upaya pentingkatan kompetensi guru. Ungkap Muhammad Ramli Rahim Ketua Umum Pengurus Pusat IGI. Minggu (15/4/2018) terkininews.com

Ikatan Guru Indonesia alhamdulillah untuk saat ini telah mampu menerobos berbagai persoalan itu akan tetapi dibeberapa daerah, ada saja pihak-pihak tertentu yang mencoba dan mengupayakan berbagai cara menghambat peningkatan kompetensi guru.

Terbaru, ketua PGRI Bengkayang, Kalimantan Barat memberikan ancaman lisan kepada penyelenggara Diskusi Pendidikan Strategi Jitu dan Model Pembelajaran Jaman Now yang sedianya digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang. 

Selain ancaman verbal, Rudi yang juga sebenarnya bukan guru dan menjabat sebagai Kepala Bagian Pembantuan dan Berbagai Tunjangan menghimbau guru untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut yang ditafsirkan guru sebagai ancaman Rudi sebagai pejabat terhadap guru-guru yang akan menghadiri kegiatan tersebut.

Atas ancaman itupun IGI Bengkayang memutuskan untuk menunda kegiatan tersebut seminggu kemudian agar IGI memiliki waktu berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menghindari amuk massa seperti ancaman Ketua PGRI Bengkayang.

"Diskusi ini sebenarnya adalah tahap awal dari rencana diklat 67 kanal pelatihan IGI di Bengkayang" kata Muhammad Ramli Rahim Ketua Umum PP IGI.

IGI Bengkayang berkomitmen penuh meningkatkan kompetensi guru Bengkayang namun Rudi, sang Eselon 3 dinas pendidikan ini yang juga Ketua PGRI Bengkayang, bukan hanya tak mampu meningkatkan kompetensi guru namun juga menghambat upaya berbagai pihak melakukannya.

PP IGI sudah menginstruksikan kepada IGI Wilayah Kalbar untuk tidak takut menghadapi upaya-upaya primitif seperti ini, hadapilah dengan senyuman dan jika berlebihan serahkan kepada pihak berwajib. IGI memiliki legalitas formal untuk hadir di Seluruh indonesia.

Hambatan PGRI Bengkayang ini sebenarnya mengherankan karena selama Januari hingga April 2018, IGI Kalbar telah menggelar 24 kegiatan, sungguh sesuatu yang luar biasa sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru tanpa bergantung pada APBD dan APBN ditambah hambatan geografis yang luar biasa.

Berikut paparan Muhammad Ramli Rahim akan kegiatan IGI di Wilayah Kalbar selama tahun 2018 antara lain. Pada bulan Januari (3 Kegiatan)

  • 1. Manajemen Organisasi Profesi Guru dan Diklat Kepemimpinan
  • 2. White Board Animation IGI Singkawang meski dengan kendala pada Logo yang sempat di tutup
  • 3. Diseminasi Office 365 IGI Ketapang

Lanjut pada bulan Februari ada 4 Kegiatan yaitu 
1. TOT Office 365 (Sagusoft) yang dilaksanakan IGI Wilayah Kalbar
2. Disemimasi Office 365 oleh IGI Wilayah Kalbar
3. Sagusandi oleh IGI Mempawah
4. Sagusaku juga IGI Singkawang

Lalu pada bulan Maret juga ada 13 Kegiatan antara lain

  1. Diseminasi sagusoft pelaksana IGI Pontianak
  2. Sagusaku Ketapang oleh IGI Ketapang
  3. Sagukaya Kayong utara pelaksana : IGI Kayong Utara
  4. Sagusamed pelaksana IGI pontianak
  5. SAGUSAKA oleh IGI Mempawah
  6. SAGUSAKA pelaksana IGI Kota Pontianak
  7. SAGUSAMIK pelaksana IGI Kab Sintang
  8. Diseminasi Office 365 pelaksana IGI Kab Melawi
  9. Diseminasi Office 365 pelaksana IGI Ketapang
  10. Diseminasi Office 365 pelaksana IGI Kayong Utara
  11. Diseminasi Office 365 pelaksana IGI Singkawang
  12. SAGUSAPIJAR pelaksana IGI Kab. Sintang
  13. Sagupegtas pelaksana IGI Kota Pontianak

Hingga pada April ini program kinerja guru IGI juga tetap berjalan antara lain
1. Diseminasi Office 365 oleh IGI Singkawang
2. Sagusaka dan sagusamed pelaksana IGI Melawi

Namun Ada apa hingga Ketua PGRI Bengkayang, Kalimantan Barat memberikan ancaman lisan kepada penyelenggara Diskusi Pendidikan Strategi Jitu (*)