Mampuono 'Menemu Baling' Piagam Rekor MURI Untuk IGI

Redaksi Senin, 16 April 2018 08:08 WIB
213x ditampilkan Jakarta Pendidikan

JAKARTA, -- Museum Rekor Indonesia (MURI) yang menggelar acara penyerahan piagam pecahan rekor kepada 10 rekoris yang berasal dari seluruh Indonesia.

Ikatan Guru Indonesia (IGI). Senin (16/4/2018) turut diundang sebagai salah satu penerima piagam MURI tersebut.

Ini karena IGI berhasil memecahkan rekor menulis buku tercepat dan terbanyak dengan menggunakan metode Menemu Baling atau metode menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.

Kegiatan pemecahan rekor MURI oleh organisasi profesi guru yang dipimpin oleh Muhammad Ramli Rahim itu dilaksanakan pada tanggal 7 Januari  2018 pukul 09.50-11.50 Wib lalu di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senayan Jakarta.

Kegiatan yang diikuti oleh 524 peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 170 orang mengikuti secara offline di Senayan dan sisanya mengikuti secara online dengan video conference dari 8 tempat di seluruh Indonesia.

Adapun Tempat-tempat lain tersebut adalah Surabaya, Gresik, Karanganyar, Tanah Bumbu, Padang, Aceh Timur, Kalimantan Barat, dan Jogjakarta.

Metode Menemu Baling ditemukan oleh Mampuono,  sekretaris jenderal IGI  periode 2016-2021. Melalui metode ini guru dan siapa pun yang berminat untuk meningkatkan literasi dimudahkan dalam menulis dan membaca.

Metode ini sekaligus juga merubah secara revolusioner budaya tutur menjadi budaya tulis dan budaya simak menjadi budaya baca.

Pada kesempatan pemberian penghargaan tersebut Jaya Suprana meminta Mampuono untuk mendemonstrasikan cara menggunakan metode tersebut.

Melalui aplikasi yang sudah terpasang, Mampuono melakukan aktivitas Menemu Baling di hadapan para rekoris lain dan undangan yang ada di ruang sekolah musik Jaya Suprana.

Jaya Suprana selaku direktur dari Museum Rekor Indonesia mengucapkan selamat kepada IGI yang sudah menemukan cara  untuk berliterasi baca tulis secara sangat mudah dengan menggunakan teknologi informasi.

Metode tersebut layak untuk diberi penghargaan sebagai metode menulis tercepat dan terbanyak tingkat dunia Indonesia.

Banyak dari para peserta yang kemudian mencoba untuk menginstal aplikasi yang sudah berada di Google Play Store tersebut dan mencobanya. Mereka rata-rata memberikan apresiasi positif terhadap hadirnya metode tersebut.

Metode Menemu Baling selama ini sudah banyak digunakan oleh para guru yang tergabung dalam IGI untuk menulis buku-buku mereka. Sudah ada ratusan judul buku baru yang ditulis dengan metode ini.

Mampuono bahkan sudah menulis buku setebal 320 halaman Dalam waktu 5 hari, yang berjudul "Sembilan Rahasia Menulis Buku dalam 5 Hari dengan Menggunakan Metode Menemu Baling."

Selain Menemu Baling IGI, ada sembilan rekoris lain yang mendapat piagam penghargaan pada sore hari ini. Mereka di antaranya adalah pemegang rekor penari Pendet tunarungu terbanyak, doktor kimia termuda, mengunggah musik terbanyak di grup WhatsApp, penakluk gunung-gunung tertinggi di Indonesia dalam waktu 100 hari, dan lain-lain.

Kegiatan penyerahan piagam pemecahan rekor MURI tersebut diakhiri dengan penampilan seorang pianis muda pemecah rekor MURI. (*)