Bersama Hotman Paris, KPAI dan Komunitas Stop Bullying Peringati Hari Anti Bullying Nasional

Redaksi Jumat, 4 Mei 2018 13:59 WIB
84x ditampilkan Headline Jakarta

JAKARTA, -- Tindakan bullying yang memang kerap dialami oleh banyak orang tanpa memandang usia, apalagi kasus bully yang kerap terjadi dikalangan anak-anak dan remaja sebenarnya sangat memprihatinkan.

Dibeberapa kasus menurut Retno Listyarti, selaku komisoner KPAI bidang pendidikan menunjukkan bahwa anak, korban Bullying sangat tertekan yang bahkan tak tanggung tanggung hingga memutuskan untuk bunuh diri. 

Sebuah studi mengatakan bahwa hanya terdapat 20% orang ikut campur tangan jika menyaksikan atau mengetahui kasus bully, ini berarti 80% orang lainnya abai atau tidak berbuat apa-apa saat menyaksikan atau mengetahui kasus bullying di sekitarnya. Terang komisoner KPAI bidang pendidikan

“Bullying berdampak negatif terhadap semua pihak yang terlibat, baik terhadap Target (Korban Bullying), Pelaku Bullying, Bystander/Saksi (yang menyaksikan kejadian Bullying), dan terhadap Sekolah jika terjadi di lembaga pendidikan,” ujar Retno Listyarti, dikedai kopi Kelapa Gading. 

Lanjut Retno, Bullying biasanya terjadi berulang dalam jangka waktu yang cukup panjang dan umumnya ada relasi tak seimbang antara korban dengan pelaku bullying,

”Dampak bullying yang dirasakan anak korban diantaranya adalah mengalami depresi (murung, engan bergaul, ketakutan), Kurang Menghargai Diri Sendiri, memiliki Masalah Kesehatan akibat Psikologis dan Prestasi Akademik Menurun,serta  dapat memiliki Pikiran untuk bunuh diri. Jadi jangan remehkan Bullying,” tambah Retno lagi. 

Berkenaan dengan Peringatan Hari Anti Bullying sedunia pada 4 Mei 2018 yang sudah ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) sejak 2012 atau 6 tahun yang lalu, maka KPAI memperingati bersama dengan Lawyer Sahabat Anak Hotman Paris, KAMI, LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Komunitas Sudah Dong, beserta para artis pendukung film “Stop Bullying” yang diproduksi Surya Film, dan perwakilan sekolah di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading

“Ini untuk pertama kalinya ada kolaborasi bareng berbagai pihak untuk mengkampanyekan “Anti Bullying”, ujar Retno. 

MARI BANTU STOP BULLYING

Anak Korban dan Anak Saksi Bullying harus dibantu agar bisa melindungi dirinya dari bullying dan membantu anak korban bullying dengan mendorong

  • Pertama, Rehabilitasi korban bully sangat penting karena akan mengobati luka batinnya sehigga tidak akan memiliki perasaan pembalasan.
  • Kedua, Pelaku bullying sebagian besar pernah menjadi korban bully

Ketika, Oleh karena itu pelaku juga harus direhabilitasi kejiwaannya agar secara psikologis dapat pulih dari perasaan dendam dan tersakiti. Kata Retno Listyarti dalam pesan tertulisnya (*)