Mantan Komisioner Bawaslu : Putusan Panwaslu Tak Pengaruhi Perintah MA

Adhie Rabu, 9 Mei 2018 12:50 WIB
108x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Harapan mantan calon walikota dan walikota Makassar, Danny Pomanto-Indira sudah pupus. Tak ada lagi celah yang bisa dimanfaatkan. Karena apapun putusan Panwas tak berpengaruh terhadap perintah Mahkamah Agung.

Hal itu disampaikan mantan anggota Komisioner Bawaslu RI periode 2012 – 2017, Nasrullah, kepada sejumah media di Makassar, Selasa (8/05/2018) yang menyikapi perkembangan sengketa Pilkada di Pilwalkot yang masih disidangkan Panwaslu Makassar.

"Pengawas pemilu telah mengabaikan tugasnya, dalam kerangka mengawasi putusan lembaga peradilan yang namanya Mahkamah Agung. Ingat putusan MA sudah bersifat final dan mengikat. Tidak ada lagi putusan diatasnta, apalagi kalau cuma level dibawanya,"kata Nasrullah.

Lanjut menurut dia, sebenarnya tidak  boleh kagi Panwas melakukan hal itu. Karena obyek yang disengketakan itu adalah keputusan KPU atas hasil putusan Mahkamah Agung.

“Jika pengawas pemilu melakukan itu, pasti materinya atas putusan yang telah diputuskan MA pasti tidak lepas dari materi yang sebelumnya. Apa yang terjadi, akan kehabisan ide, karena obyek yang sama diulangi lagi, ngga bakalan selesailah proses pemilu ini,” katanya.

Ia kemudian mencontohkan kasus Kabupaten Boalemo yang sama dengan Makassar, tetapi Panwasnya cerdas dalam melihat hal tersebut. Sebab panwasnya melihat putusan peradilan di Mahkamah Agung adalah telah mengikat dan final.

“Pembagian handphone itu belum ditetapkan sebagai pasangan calon, berarti belum terikat. Namun, coba cermati di pasal 71 ayat 3 itu, pasangan calon dilarang memberikan 6 bulan sebelumnya. Makanya dia ditetapkan dulu sebagai pasangan calon "tandasnya

Nah kita lihat kesalahan yang diakibatkan, lohh dia membagikan handphone pada bulan Desember. Maka terikat dan kena pada program pemerintah daerah itu, lanjut dia mengurainya. (*)