Arsony Menduga Otak Yang Sama Dalangi Teror Panwas dan Spanduk Bawaslu RI

Adhie Jumat, 11 Mei 2018 10:26 WIB
89x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- Aksi teror terhadap lembaga pengawas Pemilu, baik Panwas maupun Bawaslu didalangi oleh otak orang yang sama. Ini dapat terlihat dari segi pola dan gerakan yang sama.

"Kuat dugaan peneror panwas dan bawaslu adalah orang yang sama dan dengan ongkos yang sama pula. Ini mesti diusut tuntas," kata Jubir Appi Cicu, Arsony Jum'at (11/5/2018) dimana menurutnya pemasangan spanduk yang meneror tugas panwas dan bawaslu adalah ancaman serius terhadap penyelenggara pemilu.

Sejak kemarin, teror spanduk bertuliskan "Bawaslu Jangan Mau Diperalat" beredar di beberapa titik di Kota Makassar. Hanya saja, tidak jelas siapa yang menyebar spanduk yang mana itu semua beredar jelang putusan sengketa Pilwali Makassar yang akan disampaikan Panwaslu Makassar, Sabtu (12/5) besok.

Dari pantauan di lapangan, spanduk tersebut telah terpasang di beberapa titik atara lain dibilangan Jalan Pengayoman dan Jalan Boulevard kota Makassar, kata Arsoni

Lanjut kata Arsony bahwa kehadiran spanduk-spanduk itu sungguh hal yang aneh, sebab si penebar spanduk seolah melihat Bawaslu RI dan Panwaslu Kota Makassar seperti sesuatu yang tidak punya koneksitas struktur.

"Mereka seakan ingin menyerang Bawaslu, setelah sebelumnya menyerang KPU, menyerang PT TUN, menyerang MA dan DPRD. Ini bisa dikategorikan organisasi tanpa bentuk karena orangnya tidak jelas," tutur Arsoni menyikapi beredarnya spanduk dan teror ke Panwas dan Bawaslu.

Mantan aktivis buruh ini juga berharap agar tak ada masyarakat yang terpengaruh. "Ini cuma manuver dengan harapan Panwas melabrak undang undang hanya untul membuat kekacauan Pilwali," tandasnya. (*)