Ketahuan Punya Istri Pasangan Nikah Siri Lapor ke Pomdam XIV/Hasanuddin

Adhie Jumat, 11 Mei 2018 22:17 WIB
161x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- Nasib malang yang menimpa SMRN (36) thn, janda 4 anak terpaksa harus berurusan dengan Pomdam XIV/Hasanuddin dan melaporkan hubungan nikah siri yang selama ini dijalani oleh oknum anggota TNI berinisial NA (34) thn, mengaku duda beranak 2 dengan pangkat Serda.

Dari hubungan mereka yang sekian lama terjalin bahkan telah melakukan nikah sirih pada 11 januari 2014 lalu, bersama NA kini telah menghasilkan seorang anak yang akan genap usia 3 tahun pada september 2018 nanti.

Didampingi kuasa hukum pelapor (SMRN) 36 thn menjelaskan kalau terlapor adalah oknum TNI berpangkat sersan dua dan berada pada institusi Denpom Bone sehingga permasalahan yang memimpa dirinya diadukan ke Pomdam XIV/Hasanuddin Jl Mongonsidi. Jum'at (11/5/2018) untuk proses selanjutnya. Terang Andi Kadir.

Ketika ditanya kenapa baru kali ini melaporkan diri, kuasa hukum SMRN menjawab bahwa pada saat itu ada keberatan dari sang istri sah NA yang melaporkan pada institusi sehingga ada proses pembinaan tahanan RTM terhadap terlapor.

Namun lagi lagi sang terlapor membujuk isteri sirinya untuk melakukan kesaksian palsu agar dirinya bebas dari jeratan hukum dan tidak terbukti. Kata Andi kadir

"Tentunya jika proses tersebut berlangsung maka sangsi yang diterima NA pastilah berujung pemecatan, namun keterangan dan kesaksian palsu mereka berdua NA bebas dari tahanan RTM" jelas Andi Kadir.

Lanjut setelah bebas dari RTM itupun NA kembali kerumah SMRN dan tinggal bersamanya menjalani hubungan nikah siri, yang belakangan ketahuan karena jarang pulang dan ada informasi bahwa NA dalam pengawasan komandan sehingga tinggal bersama istri sah, namun karena SMRN hamil 4 bulan maka terpaksa kembali melapor ke Pomdam XIV/Hasanuddin.

"Jadi kami terpaksa melakukan pelaporan secara resmi kepada pihak Pomdam XIV/Hasanuddin atas dasar kelakuan NA untuk mengambil sikap dan langkah hukum terhadap oknum TNI jajaran nya tersebut" kata Andi Kadir Kuasa hukum pelapor.

Ketika ditanya perihal resiko dan kenapa baru saat ini melaporkan pasangannya, SMRN (inisial) dirinya telah ikhlas dan akan pasrah menerima akibat dari proses hukum yang telah dirinya laporkan kepada Pomdan selaku tempat pengduan musibah yang menerpa dirinya.

Saya harus pasrah dan ikhlas atas kejadian ini yang mana pada saat ini saya dalam keadaan hamil 4 bulan, dan suami sirih tak kunjung datang menjenguk. tukas SMRN

Apapun hasilnya dari pelaporan itu  pastinya menyerahkan full terhadap proses kebijakan terhadap klien kami, sambung kuasa hukum pelapor

Kami hanya berharap ada kebijakan atas pelaporan klien kami yang mana telah dilakukan pemeriksaan sejak usai shalat Jum'at hingga pukul 20.00 malam ini. Andi Kadir Kuasa hukum SMRN.