Kondisi Jalan Pohara Batas Konut Rusak Berat ini Kata Kontraktor

Darman Sabtu, 2 Juni 2018 19:35 WIB
320x ditampilkan Daerah Kendari

KENDARI, -- Pelaksana lapangan PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama Kendari Sultra, Ilham, angkat bicara terkait kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan pengguna jalan yang terletak di Pohara - Batas Konawe Utara Sultra

Pelaksana lapangan proyek Ilham, Sabtu (2/06/2018), menjelaskan bahwa kondisi jalan Pohara-Batas Konawe Utata Sultra, yang dikerja oleh PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama merupakan proyek secara Multy Year (Tahun Jamak) sejak Bulan September 2015 sampai bulan Desember 2018, bukan tahun tunggal hingga saat ini belum tuntas. Jelasnya

Lanjutnya, masih kata Ilham, pekerjaan jalan belum dimaksimalkan sebab adanya persoalan yang dihadapi oleh pihak kontraktor dilapangan yakni adanya aktivitas pemuatan batu gamping milik perusahaan tambang PT. Virtue Dragon Nikel Industri, yang kapasitasnnya melebihi desaign proyek yang dikerjakan oleh pihak Kontraktor. Ujarnya

Diketahui beban jalan yang di syaratkan dalam kontrak maksimal 8 ton sesuai kelas dan lintas jalan yang direncanakan namun kenyataan dilapangan ternyata beban kapasitas melebihi 8 ton. Bebernya

"Pihaknya kontraktor keberatan atas kelebihan beban muatan yang tidak sesuai kelas dan lintas jalan yang akan merusak pekerjaan jalan sebelum di serahkan ke Pihak Proyek" Terangnya Ilham.

Selain itu, pihaknya kami sebagai kontraktor juga dituntut oleh masyatakat terkait adanya ganti rugi lahan dan rumah serta kios, sehingga kami terhambat dalam melaksanakan kegiatan proyek tersebut, padahal itu merupakan kewenangan pemerintah daerah, dan kami hanya kontraktor sebagai pekerja. Pungkas Irham

"Masa pemeliharaan pekerjaan proyek jalan terhitung dua tahun setelah kontrak selesai, jadi kontraktor sudah perhitungkan kalau tidak ada jalan keluar atas beban jalan kontraktor akan mengalami kerugian, sedangkan proses pelaksanaan kegiatan proyek jalan saat ini sudah mengalami kerusakan". Bebernya.

Adapun kerusakan yang ditimbulkan oleh pemuatan yang melebihi kapasitas yakni kerusakan badan jalan yang sedang diproses sehingga pekerjaan tersendak dan kerusakan dekker, atas kelebihan beban sedangkan pembangunan jembatan telah di subkontrakkan dari kontraktor utama kepada pengusaha lokal, terkendala adanya keterbatasan dana. Ucapnya

Olehnya itu, pihak kontraktor utama akan berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan jembatan yang sudah dibongkar dan kami sebagai rekanan Kontraktor memohon maaf kepada warga pengguna jalan sehingga perjalanan dapat terganggu namun kesalahan itu bukan semata karena Kontraktor tetapi adanya masalah yang timbul di lapangan. Ujarnya

Untuk diketahui, bahwa pekerjaan tersebut masih dalam proses pelaksanaan bukan berarti dengan berita ini turun untuk membela diri tapi semata-mata menjelaskan posisi kami sebagai pekerja bukan penentu kebijakan. Jelasnya

Pelaksana lapangan proyek jalan, Ilham, mengharapkan adanya jalan keluar untuk mengambil solusi bersama atas penggunaan jalan umum atau beban lalu lintas dengan merubah desain penggunaan jalan oleh perusahaan tambang untuk tidak melewati jalan umum yang tidak sesuai aturan. Harapnya (*)