Sporc Balai Gakkum Wilayah Sulawesi Berhasil Bongkar Sindikat Penjualan Satwa Dilindungi

Adhie Rabu, 6 Juni 2018 17:23 WIB
276x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Populasi satwa dilindung saat ini kian menurun, dan terus saja ada oknum yang melakoni penjualan satwa yang dilindungi UU lantaran mungkin harga menggiurkan bagi para pelaku dan kurir satwa langka 

Sejalan dengan giat para pelaku penjuala satwa tersebut pihak Balai Gakkum Sulawesi kini juga gencar melakukan penyelidikan dan sejumlah intel disebar hingga pengawasan jejaring sosial.

Alhasil dari penuturan Nafsah Kadir, S.Hut Rabu (6/6/2018) yang saat ini berhasil melakukan penyitaan satwa dilindungi berupa Nuri kakatua raja dua ekor, Kakatua Jambul kuning se ekor dan Nuri Kepala Hitam juga satu ekor. 

Penjualan Satwa dilindungi tersebut berhasil di endus melalui jejaring sosial Facebook oleh akun yang melakukan penjualan satwa jenis Kakatua Raja seharga empat juta/ekor untuk kakatua raja, namun jika satwa tersebut keluar negara harga jual mencapai 50 jutaan/ekor. Kata Nafsah

"Penyelidikannya dari postingan di FB lalu tim menyamar sebagai pembeli, setiba dirumah tersebut langsung kita arahkan ke tempat penyimpanan hewan tersebut, diatas rumah pelaku dan langsung kami sergap". Ungkap Nafsah Kadir, S.Hut  selaku pimpinan operasi tangkap tangan

Lanjut menurutnya penjualan tersebut berada di desa lengkese kecamatan mangara bombang kabupaten takalar, sebagai tempat penitipan satwa dirumah salah seirang warga inisial (Kas) 29 tahun,warga jalan Lure, Desa, Panyangkalang, Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.

"Posisi satwa tangkapan dirumah (Kas) adalah status titipan dan kalau ada transaksi dia ditelpon sama seseorang yang hingga saat ini belum diletahui identitasnya dari pemilik satwa." Tandasnya kepada terkininews.com

Sementra kepala balai Gakkum KLHK Wilaya Sulawesi Ir. Muhammad Nur. MSP membenarkan adanya penyergapan satwa dilindungi sesuai UU Nmr 5 THN 1990 tentang Ksdae tersebut dilakukan Tim Satuan Polhut Reaksi Cepat (Sporc) Balai Gakkum Wilayah Sulawesi.

"Adapun pemilik dari satwa tersebut diketahui bahwa pemilik Kakatua Jambul Kuning An. 5nd pekerjaan security, pemilik Kakatua Raja seekor milik Mwn oknum anggota polres Nabire dan 1 ekornya lagi milik, Tn oknum anggota kodim Gowa" Ungkap Kepala Balai Gakkum.

Lanjut kata Ir. Muhammad Nur. guna menindak lanjuti pengembangan penjualan satwa dilindungi  UU tersebut, salah satu pemilik Kakatua Raja milik anggota Kodim bersama Sandi berencana ke kantor Balai Gakkum. Ungkapnya

Dirinya menjelaskan bahwa satwa dilindungi sesuai UU Nmr 5 THN 1990 tentang KSDAE, jenis Kakatua Raja tersebut berasal dari Papua dan salah satu jenis Satw yang dilindungi dengan harga selagit mencapai hingga puluhan juta rupiah.

Ir. Muhammad Nur, MSP menambahkan bahwa dalam kasus penangkapan satwa ini akan di kembangkan hingga kepada pelaku pemasok satwa tersebut melalui pemeriksaan terhadap kurir penjualan Kakatua Raja asal Papua.(*)