Kemeterian Pariwisata RI dan KPAI Himbau Wisata Ramah Bagi Anak

Redaksi Selasa, 12 Juni 2018 15:40 WIB
17x ditampilkan Jakarta

JAKARTA, -- Libur panjang tahun ajaran 2017/2018 pada satuan pendidikan sekolah dasar dan menengah yang bertepatan dengan liburan peringatan  hari besar Islam yakni hari raya Idul Fitri, Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dengan Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) memandang penting menyampaikan himbauan dan ajakan untuk melaksanakan pariwisata dengan mengutamakan pada perlindungan anak.

Mengacu tugas dan fungsi KPAI. DR Susanto. Ketua KPAI Selasa (12/6/2018) menyampaikan masukan dan usulan perlindungan anak pada berbagai Kementerian dan Lembaga Negara (pasal 76 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak) dan penghormatan atas salah satu hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi yakni melaksanakan rekreasi.

Hal tersebut juga disebutkan dalam Konvensi Hak Anak (KHA) Klaster VII pasal 31 bahwa salah satu hak anak adalah pemenuhan atas waktu luang, bermain dan berbudaya (child’s right to leisure, play and culture) yang wajib dilindungi oleh Negara.

Derasnya animo berwisata dalam mengisi liburan anak-anak dan keluarga saat ini mengharuskan penyelenggara pariwisata dan masyarakat terutama keluarga bahu membahu mewujudkan pariwisata yang ramah anak yang focus terhadap keselamatan anak. Ungkap Ketua KPAI DR Susanto

Oleh sebab itu, KPAI menghimbau sebagai berikut agar ada dukungan dan peran orang tua turut memandu dalam memilih dan menentukan tempat hiburan yang diinginkan anak dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan bagi anak sesuai dengan usia dan tumbuh kembang mereka.

Peran orang tua harus mengutamakan keselamatan jiwa anak dengan mencegah segala bentuk kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan pada anak dengan memasang identitas anak sebelum ke tempat wisata bila diperlukan.

Peran orang tua senantiasa mendampingi anak-anak baik secara langsung (bersama orang tua)atau pun tidak langsung (tanpa orang tua)dalam aktivitas liburan anak dengan tetap memperhatikan keperluan dan kebutuhan anak di lokasi pariwisata.

Peran orang tua senantiasa mengawasi dan mengontrol anak dengan baik untuk memastikan aktivitas anak tidak melanggar aturan-aturan di tempat pariwisata. Tandas 
DR Susanto

Peran orang tua diharapkan turut membangun edukasi dengan penuh kasih sayang kepada anak agar kegiatan pariwisata menumbuhkan manfaat, cinta alam dan ramah lingkungan

Untuk mengutamakan keselamatan anak-anak dan keluarga di tempat pariwisata orang tua harus menghindari mengkonsumsi minuman beralkohol, pemakaian obat-obat terlarang dan segala jenis narkoba. Lanjut dia

Sementara itu Rizki Handayani selaku Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar RI. Merujuk dalam kerangka penyelenggaraan dan managemen pariwisata hendaknya menjunjung tinggi komitmen dalam memastikan penyelenggaraan pariwisata memberikan rasa aman dan nyaman untuk liburan anak dengan mengutamakan aspek keselamatan jiwa anak dari permainan dan hiburan yang ekstrim, membahayakan jiwa, atau mengancam kesehatan anak.

Memastikan fasilitas pariwisara seperti infrastruktur arena liburan anak agar dapat diakses dengan mudah oleh anak, baik yang bersifat umum (bangunan) yang tidak membahayakan anak, serta fasilitas yang memberi kemudahan bagi anak, misalnya toilet yang memadai/ramah bagi anak atau arena pumping (laktasi) bagi bayi

Memastikan penyelenggaraan pariwisata memiliki pelayanan security system berbasis kebutuhan anak dengan mengutamakan pencegahan terjadinya kerawanan kehilangan atau penculikan anak  pada tempat destinasi wisata  dan selanjutnya respon cepat terhadap penanganan korban pada destinasi wisata terutama lokasi out door dan perairan.

Memastikan penyelenggaraan pariwisata berkomitmen tidak mempekerjakan anak di bawah 18 tahun baik untuk kepentingan industri hiburan dan pariwisata pada jam 18.00 sd 06.00 dan Tidak pada sektor pekerjaan terburuk, diantaranya mempekerjakan di diskotik dan dan bentuk lain yang tidak ramah anak.

Memastikan penyelenggaraan pariwisata tidak menggunakan jasa anak baik untuk kepentingan industri hiburan dan pariwisata dalam menyediakan, mengajak, melibatkan dan membawa hal-hal yang bersifat pornografi, eksploitasi seksual dan eksploitasi ekonomi.

Memastikan penyelenggaraan pariwisata yang memberikan partisispasi jasa anak berkomitmen tidak memberikan pekerjaan yang berat dan berbahaya secara fisik, dan psikologis untuk anak sesuai dengan aturan yang berlaku dengan tetap menghormati hak-hak dasarnya (*)