Makanan Indonesia Laris di Dar es Salaam International Trade Fair

Redaksi Senin, 9 Juli 2018 10:58 WIB
55x ditampilkan Headline Internasional

KBRI Dar es Salaam promosikan Indonesia serta membuka peluang kerjasama di bidang perdagangan dan investasi lewat keikutsertaan pada Dar es Salaam International Trade Fair (DITF) ke 42 atau yang biasadikenaldengan Saba-Saba. 

Saba saba telah dimulai daritanggal 28 Juni - 13 Juli 2018 di MwalimuJ.K.Nyerere Trade Fair Grounds, Dar es Salaam, Tanzania, dan dibuka secara langsung oleh Perdana Menteri Tanzania, Kassim Majaliwa. Turut hadir Duta Besar RI Dar es Salaam Bapak Ratlan Pardede sebagai tamu  undangan dan perwakilan Kbri Dar es Salaam. 

Ratusan perusahaan maupun organisasi lokal dan internasional dari berbagai negara ambil bagian dalam DITF ke-42. Komoditas yang dipamerkan pun sangat beragam, yaitu antara lain mesin pertanian, garmen, makanan dan minuman, elektronika, otomotif, sertafast moving consumer goods FMCG) lain. 

Booth Indonesia menampilkan produk dari berbagai perusahaan dan industri Indonesia, termasuk tekstil, makanan ringan, kebutuhan bayi, dan perlengkapan elektronika industri. Sejumlah perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam baik di booth KBRI Dar es Salaam maupun di booth terpisah yang disewa  sendiri untuk menampilkan produk dan membuka peluang penetrasi pasar di Tanzania antara lain: PT Industri Sandang Nusantara, PT LEN Industri, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Indo Bali Distributors Ltd (salah satu distributor produk Indonesia di Tanzania), PT Mayora Indah Tbk, sertapengusaha Batik (Ibu Sri Hartatiekdari Surabaya) dan Sarung (Bapak Farhad Amin SalimdariPekalongan)

Batik merupakan salah satu daya tarkutamabooth Indonesia di Dar es Salaam, mengingat penduduk Tanani agemar menggunakan baju yang serupa dengan Batik. Para pengunjung sangat menyukai motif batik khas Indonesia serta kualitas jahitan baju yang prima.

Selain itu, sebagai upaya untuk mendorong tercapainya salah satu target KBRI Dar es Salaam yaitu pendirian restoran Indonesia di Dar es salaam, disajukan pula sejumlah makanan khas Indonesia kepada para pengunjung guna mendalami tingkat penerimaan masyarakat lokal terhadap cita rasa kuliner Indonesia. Sejumlah makanan yang disajikan antara lain sate, kue lapis singkong, rendang, semur tempe, bakwan, onde-onde, dan pisang goreng.

Hingga tanggal 2 Juli 2018, telah berhasil didapatkan72 tanggapandarimasyarakat Tanzania, di mana 52 di antaranya menyatakan bahwa makanan Indonesia yang disajikan tersebut sangat lezat dan 16 di antaranya menyatakan lezat. 

Para pengunjung terpukau dengan kue lapis singkong yang disajikan, karena baru mengetahui bahwa singkong yang melimpah di Tanzania dapat diolah sedemikian rupa. 

Bahkan sejumlah pengunjung awalnya kurang percaya bahwa kue tersebut terbuat dari singkong. Selain itu, para pengunjung juga sangat menyukai sate ayam yang serupa dengan makanan setempat yaitu mishkaki, namun dengan cita rasa berbeda yang mereka sukai. Sejumlah pengunjung bahkan meminta resep makanan Indonesia tersebut serta menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan pengusaha Indonesia dalam membuka restoran.