Begini Cerita Heroik Pemulangan 14 ABK WNI dari Tanzania

Redaksi Selasa, 7 Agustus 2018 08:43 WIB
36x ditampilkan Headline Internasional

TANZANIA - Pada tanggal 4 Agustus 2018, Pemerintah RI melalui KBRI Dar es Salaam, Tanzania, telah berhasil memulangkan 2 WNI atas Nama Andri Berliansyah dan Rio Jordan Siburian, yang merupakan bagian dari 14 ABK WNI Kapal BUAH NAGA 1 yang berbendera Malaysia. Keduanya telah tiba di Jakarta pada tanggal 5 Agustus 2018 dan telah ditindaklanjuti oleh BNP2TKI dengan memfasilitasi pemulangan dari Jakarta ke daerah asal.

Sebelumnya pada tanggal 21 April 2018, Pemerintah RI juga telah berhasil memulangkan 12 ABK Kapal Buah Naga 1 lainnya dari Tanzania ke Indonesia.

Penyelesaian pemulangan para ABK tersebut berhasil dilakukan setelah upaya konsultasi dan negosiasi dengan Pemerintah Tanzania selama lebih dari 6 bulan. Sebelumnya, Kapal Buah Naga 1 beserta kapten dan keempat belas ABK WNI tersebut ditahan oleh Aparat Tanzania karena dugaan kasus Illegal Fishing (khususnya penangkapan hiu) serta kepemilikan senjata api di atas kapal oleh Kapten Kapal yang berkebangsaan Taiwan. Para ABK ditahan di Kota Mtwara yang berjarak sekitar 563 Km dari Dar es Salaam (9 Jam perjalanan darat). Dalam hal  ini, ABK dianggap tidak melakukan pelanggaran karena hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Kapten, namun keberadaan ABK diperlukan untuk menjadi saksi terhadap KaptenKapal.

 

Selain itu, para ABK juga mengeluhkan tidakkondusifnya situasi kerja di atas kapal yang diakibatkan oleh perlakuan kapten yang dianggap sewenang-wenang, serta tersendatnya pembayaran gaji mereka.

Setelah serangkaian negosiasi Pemerintah setempat yang cukup rumit, 12 dari 14 ABK berhasil dibawa dari Mtwara ke Dar es Salaam dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 21 April 2018 (setelah beberapa bulan tinggal di Shelter KBRI Dar es Salaam), kecuali Sdr. Andri Berliansyah dan Sdr. Rio Jordan Simatupang yang harus tinggal di Mtwara untuk menjadi saksi terhadap kasus Kapten dan Kapal mereka.

Upaya lanjutan terus dilakukan untuk memindahkan mereka ke Dar es Salaam untuk dapat berkumpul bersama rekan-rekan WNI lain dan meredakan tekanan psikologis mereka yang akhirnya berhasil dilakukan pada tanggal 4 Mei 2018. Selanjutnya dilanjutkan upaya untuk mendapatkan izin pemulangan keduanya ke Indonesia oleh Pemerintah Tanzania, khususnya dengan bernegosiasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Afrika Timur serta Kantor Penuntut Umum Tanzania. Izin pemulangan telah berhasil didapatkan pada tanggal 3 Agustus 2018 dan keduanya segera dipulangkan ke Indonesia dengan dibiayai oleh Pemri.

Seraya melakukan upaya pemulangan para ABK tersebut, Pihak KBRI Dar es Salaam juga melakukan serangkaian upaya mediasi dan koordinasi antara ABK, pihak pemilik kapal yang berkebangsaan Malaysia a.n. Dato’ Seri Lee Yee Jiat serta pihak agen (PT. Dwidaya Eka Lestari) terkaitisu pelunasan gaji para ABK. Dalam kaitan ini, pada tanggal 23 Maret 2018 pihak agen telah mengirimkan gaji utama para ABK ke rekening masing-masing dan telah dikonfirmasi oleh para ABK sendiri.

Sejalan dengan arahan Presiden RI, KBRI Dar es Salaam berkomitmen untuk melakukan usaha optimal untuk menangani kasus-kasus WNI bermasalah sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Perwakilan RI dalam melakukan perlindungan terhadap WNI.

*Rilis KBRI Tanzania