FKM Unhas Jalin Kerjasama dengan Hanze University Groningen Belanda

Adhie Rabu, 12 September 2018 08:14 WIB
140x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- FKM Universitas Hasanuddin terima tamu dari Hanze University, Groningen, Belanda, di ruang dekan FKM. Beliau adalah Lybrich Kramer, MSc, IBCLC, seorang professor dengan bidang keahlian pertumbuhan anak (child growth).

Dirinya merupakan konsultan menyusui internasional (Lactation consultant by International Board Certified) dan seorang dietisien, ahli gizi, profesional dan dosen dalam ilmu sains terapan.

Pada kesempatan tersebut Dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed, menyampaikan bahwa telah memiliki 8 departemen atau bagian dan salah satu diantaranya adalah Departemen Ilmu Gizi yang tentunya kajian ilmu gizi dapat dikaji dari berbagai aspek misalnya dari aspek perilaku atau manajemen atau lainnya.

"Bagi FKM Unhas sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dalam bentuk misalnya student exchange atau visiting Professor" kata Dekan FKM Unhas. Rabu (12/9/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Ms Lybrick juga mendapat kesempatan untuk memberikan kuliah tamu. Beliau pertama-tama memperkenalkan Hanze University, Groningen, Belanda yang merupakan universitas berbasis sains terapan peringkat ketiga di Belanda, dan sudah berdiri sejak tahun 1798, memiliki 27.000 mahasiswa, dan 3000 staff, programnya terdiri dari kesehatan, manajemen, seni, energi, tehnik dan pendidikan.

Diketahui Ms.Lybrick adalah salah satu pengajar di School of health care studies, departemen ilmu gizi dan dietetik, yang menjadi perwakilan untuk meninjau kerjasama antara FKM Univ.Hasanuddin dengan Hanze University, Groningen, Belanda.

Ms.Lybrick mempunyai beberapa pengalaman sebagai volunter, sebagai peneliti, serta sebagai konsultan di internasional NGO dalam tema serupa yaitu tumbuh kembang anak (child growth).

Dalam hal sistem pembelajaran, metode perkuliahan dengan evidence based, dimana pengalaman penelitian skala kecil sudah dimulai di awal semester kedua, dengan 10 minggu praktek berbasis bukti.

Mahasiswa berusaha untuk menganalisis database, menyusun argumen, di tahun kedua mahasiswa harus menyusun kajian kritis (Critical Appraisal) tentang topik tertentu, kemudian di tahun ketiga menyusun kajian pustaka, lalu di tahun keempat mahasiswa mempunyai program 20 minggu untuk menyusun skripsi.

Hampir sama dengan sistem pembelajaran Program Studi Ilmu Gizi FKM UNHAS yang mengaplikasikan Evidence Based Learning (EBL), pembelajaran berbasis bukti yang dimulai di semester pertama mahasiswa  mengikuti perkuliahan. Hal ini lah yang mendorong keinginan pihak Hanze University, Groningen, Belanda untuk menjalin kerjasama dengan FKM Unhas.

Dalam kuliah umumnya yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai jurusan dan tingkatan (Program Sarjana/S1, Magister/S2 dan Doktor/S3), Ms.Lybrick mengemukakan beberapa fakta tentang tumpang tindih (overlapping) yang terjadi pada kasus stunting baduta umur 6-24 bulan adalah rendahnya tingkat pendidikan orang tua, kurangnya mobilitas pada pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat yang semakin menurun.

Masalah gizi pada anak terutama balita tidak cukup diselesaikan hanya dengan upaya/intervensi sensitif yang tidak menjamin keberlangsungan dampak positifnya, namun harus disertai dengan penyelesaian masalah secara komprehensif dengan memahami secara mendalam faktor-faktor lain di luar kesehatan.

Pemahaman yang mendalam tentang mengapa individu berprilaku sebagaimana yang selama ini dilakukan meruupakan hal penting, agar intervensi perubahan perilaku terkait perbaikan gizi dan kesehatan anak dapat berhasil.

Dengan kata lain indikator multidimensi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak harus dipertimbangkan dan terus dikembangkan melalui berbagai riset kuantitatif maupun kualitatif.

Pelaksana Tugas Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan FKM Unhas yang membuka acara kuliah tamu tersebut menyampaikan bahwa kuliah tamu ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis FKM Unhas yang ke 36 tahun ini, tutupnya. (*)