Tiga Guru Besar AKK FKM Unhas Presentasi di Forum Internasional

Adhie Sabtu, 27 Oktober 2018 20:55 WIB
287x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Tiga Guru Besar Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM Unhas. Prof. Dr. Indar, SH, MPH. Prof. Dr. Amran Razak, SE, MSc; dan Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD. Melakukan presentasi pada The 3rd International Conference on Environmental Risks and Public Health (ICER-PH) 2018.

Sebuah forum yang diselenggarakan oleh Departmen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang berlangsung di Hotel Harper Makassar, Sabtu (27/10/2018). 

Prof. Indar presentasikan Analysis of Management System of Healthy Lorong Program in Makassar City, yang memaparkan bahwa program tersebut telah dikembangkan di Makassar sejak 2015 dan terdapat lorong sehat hingga 2017. 

Program lorong sehat ini kemudian dikembangkan dengan pendekatan kesehatan keluarga yang merupakan program nasional seperti keluarga berencana, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi memperoleh imunisasi dasar, bayi memperoleh ASI dan penderita TB memperoleh pengobatan menurut standard. Kata dia.

Sementara itu Prof. Amran menyampaikan topik mengenai Economic Burden of Cancer Patients at Hasanuddin University Teaching Hospital.

Dirinya menyampaikan bahwa kanker termasuk penyakit katastropik dengan karakteristik yang membutuhkan biaya tinggi dan jumlah pasien banyak yang memiliki risiko kematian.

Selanjutnya Prof. Sukri mengkaji mengenai re-standardisation Makassar Healthy City based on Local Needs. Prof. Sukri menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan suatu kebijakan atau peraturan mengenai Healthy Cities yaitu Peraturan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan pada tahun 2015. 

Peraturan tersebut sebagai payung penyelenggaraan yang berlaku secara nasional sementara masalah dan sumber daya yang dimiliki berbeda. Karena itu penelitian tersebut menghasilkan temuan dan rekomendasi yaitu revisi standar dan indikator Makassar Healthy Cities.

Prof. Amran bahkan menambahkan bahwa mestinya Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan program prioritas mengenai kabupaten/kota sehat ini, tutupnya.