KAMMI Serukan Gerakan Ambil Uangnya Laporkan Pelakunya

Ronny Ahad, 2 Desember 2018 12:39 WIB
471x ditampilkan Daerah Headline

TANJUNGPINANG - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Tanjungpinang, Kepulauan Riau menyerukan gerakan ambil uangnya laporkan pelakunya. Hal ini dalam rangka memerangi politik uang yang mencederai Pemilu 2019 mendatang. 

Hal ini disampaikan Ketua Umum PD KAMMI Tanjungpinang Andrian baru-baru ini kepada wartawan.

 "Pengawasan partisipatif kami anggap penting, prilaku pemilih harus berubah dan ini tidak zaman lagi ambil uangnya jangan pilih orangnya, tapi ambil uangnya laporkan pelakunya karena kami menganggap kalau ambil uangnya tidak pilih pelakunya itu prilaku culas, tapi yang benar ambil uangnya, tangkap pelakunya dan laporkan," kata Andrian.

Pemilu 2019 harus benar-benar berintegritas. "Kita harus mengawal peserta pemilu dari praktek politik uang Undang-Undang 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," kata Andrian.

 Dalam UU Pemilu tersebut, untuk kasus money politics, Pasal 284 menyebutkan, "Dalam hal terbukti pelaksana dan tim kampanye pemilu menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung atau tidak langsung untuk tidak menggunakan hak pilihnya, menggunakan hak pilihnya dengan memilih peserta pemilu dengan cara tertentu sehingga surat suaranya tidak sah, memilih Pasangan Calon tertentu, memilih Partai Politik Peserta pemilu tertentu dan/atau memilih calon anggota DPD tertentu, sesuai dengan Pasal 286 hanya dijatuhkan sanksi administrasi."

Menurut Andrian, memang UU Pemilu mengakomodir pemberian uang transportasi dengan ada batasan nominalnya. 

"Kita akan edukasi masyarakat tentang makna politik uang sesuai UU Pemilu No 7 Tahun 2017 dan mengajak masyarakat untuk berani melaporkan pelaku praktek politik uang," kata Andrian.