BI Fokus Pengembangan UMKM

Redaksi Ahad, 9 Desember 2018 14:49 WIB
190x ditampilkan Batam Bisnis Headline

BATAM, Kepulauan Riau  - Pada 2019 Bank Indonesia fokus untuk melakukan pengembangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, di Batam, Sabtu, mengatakan saat ini UMKM berperan besar dalam menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi.

"UMKM ini berperan sangat besar dari unit usaha yang jumlahnya hampir 56 juta di seluruh Indonesia 98,7 persen adalah UMKM," katanya.

Dalam artian kata Gusti, unit usaha besar di Indonesia hanya satu persen. Hal itu lanjutnya akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia apabila pelaku usaha besar tidak bisa lagi berproduksi.

Menurutnya, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hampir 60 persen dan serapan tenaga kerjanya hampir 80 persen lebih.

"Kalau kita bisa mendorong UMKM naik kelas peningkatan kontribusi terhadap PDB dan serapan tenaga kerja semakin tinggi, akan membuat ekonomi kita semakin lebih stabil," ujarnya.

Kata Gusti apabila UMKM bisa naik kelas penopang perekonomian Indonesia akan lebih merata. "Kalau sekarang yang satu persen atau usaha besar memberikan empat persen PDB, itu sangat jomplang dan kalau kolaps sudah tidak ada lagi penopang ekonomi kita," paparnya.

Saat ini kata Gusti, pihaknya konsentrasi  serta memiliki strategi dan rodmap untuk pengembangan UMKM.

"Mengaju pada tugas kita dalam rangka menjaga inflasi, UMKM yang kita dorong nantinya adalan mereka yang dapat meningkatkan produksi di votalite food," ujarnya.

Karena lanjut Gusti, hingga saat ini hampir seluruh kebutuhan sayur dan buah di Provinsi Kepri, diimpor atau didatangkan dari daerah lain di Indonesia.

Hal lain yang akan digenjot BI kata Gusti adalah mendorong UMKM berorientasi ekspor dan mendukung pariwisata dalam rangka mengurangi defisit transaksi berjalan serta mendorong peningkatan akses keuangan.

Pihaknya juga mendorong pengembangan UMKM Syariah guna meningkatkan peran ekonomi syariah dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pemasaran, pembiayaan maupun transaksinya. (ANTARA)