Rekfleksi 2 Tahun Dinas Kebudayaan Lingga

Kasmadi Jumat, 14 Desember 2018 10:36 WIB
589x ditampilkan Headline Kepri Terkini Lingga

LINGGA - Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga baru berumur 2 tahun, setelah dimekarkan dari
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lingga sebelumnya. Pemisahan ini memberikan
ruang lebih untuk berkreasi bagi dinas yang dinakhodai Drs.HM. Ishak,MM. Ishak memang
dikenal sebagai orang yang sangat peduli bidang budaya dan saat ini juga menjabat
sebagai ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga.

Sebagai OPD yang baru berfungsi pada awal 2017 lalu, banyak capaian yang telah diberikan
melalui kegiatan-kegiatan tingkat kabupaten maupun provinsi serta capaian hasil cetak
budaya yang menasional. Dalam diskusi santai wartawan portal terkininews.com dengan Drs.
HM. Ishak, MM, banyak capaian yang barangkali bisa memenuhi target dari kabupaten Lingga
untuk tahun 2017 yang perlu dicatat dan diketahui khayalak ramai terhadap perkembangan
budaya dikabupaten Lingga. Ini juga diharapkan bisa memenuhi harapan masyarakat Lingga
sendiri dalam melestrasikan budaya Melayu di kabupaten yang telah dinobatkan sebagai
Bunda Tanah Melayu ini.

"Alhamdulillah walaupun dinas yang saya pimpin ini baru 2 tahun, tapi kami telah bekerja
keras untuk memberikan hasil yang maksimal. Banyak perhelatan yang telah dibuat di
kabupaten Lingga dan dinas kebudayaan banyak terlibat disana. Salah satu perhelatan
besar tahun lalu yakni, Tamadun Melayu yang dihadiri oleh bapak wakil presiden Jusuf
Kalla dan juga tetamu dari manca negera. Kami sangat mengharapkan dengan kegiatan
Tamadun lalu lebih memperkenalkan budaya Melayu Lingga secara nasional maupun
internasional", ungkap Ishak kepada terkininews.com 

Selain perhelatan akbar itu, Kabupaten Lingga juga telah memperjuangkan Sultan Mahmud
Riayatsyah sebagai pahlawan nasional. Ini perjuangan panjang teman-teman selama
bertahun-tahun sebagai bentuk ucapan terima kasih atas perjuangan para pendahulu kita,
lanjut Ishak.

Terus semangat, Ishak juga menjelaskan tentang ditetapkannya Bangsawan dan Tari Inai
kabupaten Lingga sebagai Warisan Budaya tak Benda Nasional(WBTBN) dan pada tahun 2018
juga ada  6 WBTBN pemerintah provinsi Kepri, dan 5 merupakan usalan pemkab Lingga
mendapat yakni Mandi Syafar, Silat Pengantin,Ratif Syaman, Tepuk Tepung Tawar dan
makanan Bubur Lambok. Untuk penyusunan buku juga sudah diselesai buku Sultan Mahmud
Riayatsyah Ahli Gerilya Laut, buku tentang Bangsawan, buku cerita rakyat dan permainan
rakyat kabupaten Lingga. Saat ini juga sedang diselesaikan film dokumenter tentang
perjuangan Sultan Mahmud Riayatsyah. 

Upaya lain untuk mengembangkan budaya kegenerasi muda, dinas Kebudayaan juga sudah
merambah memasuki sekolah-sekolah untuk mengenalkan secara dini kepada anak-anak sekolah
 dasar maupun menengah tentang budaya Melayu. Saat ini juga sedang dirancang buku untuk
dipergunakan sebagai bahan kurikulum disekolah-sekolah agar generasi muda tidak putus
budaya. Untuk itu kami juga banyak berharap bantuan dari dinas lain terutama dinas
Pendidikan dan tak kalah penting peran serta masyarakat, harap Ishak.

Pesan Ishak juga kepada generasi muda, bahwa saat ini peranan pemudalah nanti yang akan
membesarkan Lingga dan budaya Melayu kedepan, sehingga peranan orang tua juga sangat
penting untuk keberlangsungan budaya Melayu dan menjaga anak-anaknya dalam pergaulan
serta ilmu pengetahuan tentang budaya Melayu, hingga tidak terjadi pribahasa yang kita
kenal "Takkan Melayu Hilang di Bumi".

Ada harapan besar kedepan untuk mempertahankan sejarah kabupaten Lingga tentang kejayaan
timah masa lalu untuk dibuatkan museum timah di Dabo sebagai bentuk pelestarian sejarah.
Semoga dalam waktu dekat mimpi itu terwujud sebagaimana dulu memperjuangkan museum
Linggam Cahaya yang ada saat ini.***