Ratusan Massa Gelar Aksi Bela Muslim Uighurd

Admin Ahad, 23 Desember 2018 05:45 WIB
38x ditampilkan Headline Pekanbaru

PEKANBARU, RIAU  - Ratusan massa tersebut datang dari berbagai kalangan. Diantaranya yakni mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

Koordinator lapangan aksi damai Sahrir dalam orasinya mengatakan kebebasan HAM telah diatur dalam deklarasi universal HAM tahun 1948. Bahkan telah diadopsi oleh PBB. 

"Hentikan kekerasan terhadap saudara kami Muslim Uighur. Sebab, setiap manusia diberikan hak untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya," tegasnya. 

Hal tersebut menurutnya juga dipaparkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 22, 28, 29 dan 38 yang menyatakan kebebasan memeluk agama yang dijamin oleh negara. 

Dalam hal ini, Ia juga berharap agar PBB membuka mata dan mengambil tindakan tegas atas penindasan tersebut. Sebab, Ia menilai sudah sepantasnya PBB melakukan investigasi terkait perkara yang terjadi di Xinjiang, China. "Kita juga berharap PBB turut mengirimkan bantuan kemanusiaan terhadap saudara kita disana," harapnya. 

Sementara itu, massa juga datang dari kalangan Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) yang juga mengutuk keras penindasan HAM ini. 

Bambang, selaku perwakilan GMMK menuturkan telah terjadi genosida terhadap Muslim Uighur bahkan mereka sampai dibantai. Menurutnya ini perlu sikap tegas pemerintah terhadap prilaku tersebut. 

"Pemerintah belum dan tidak pernah menyatakan sikap terhadap penindasan HAM yang terjadi kepada saudara kita muslim Uighur," terangnya. 

Dalam aksi ini hadir juga berbagai ormas lain yang seraya mengutuk penindasan HAM tersebut. Menurut informasi gelaran ini juga dilaksanakan di beberapa daerah lain di Indonesia.***(riauterkini/rul)