Suksesi Usaha Rumahan

Widya Herlambang, M.Pd Sabtu, 29 Desember 2018 17:22 WIB
145x ditampilkan Opini

Menjadi pengusaha adalah cita-cita setiap orang yang tidak ingin terikat waktu kepada siapapun dan lebih ingin menghasilkan uang yang banyak dari usaha produk yang dibuat. Berbagai macam motivasi yang dibangun didalam diri untuk menjadi pengusaha sukses yang mendapatkan keuntungan yang banyak dari usaha yang dimiliki. Apalagi saat ini pengusaha rumahan terus bertumbuh. Lazimnya, usaha rumahan dilakukan oleh kalangan wanita atau ibu-ibu yang memang focus di rumah untuk melakukan kegiatan usahanya. Pengusaha rumahan yang saat ini menjadi trend dimasyarakat, bahkan bisa mencapai omset yang tidak boleh dianggap remeh.

Dari sebuah media penulis menemukan begitu banyak pelaku usaha rumahan yang beromset ratusan juta rupiah. Sebut saja Ibu Kustinah, pengusaha rempeyek yang menghasilkan 300 juta perbulan di salah satu Desa Palemadu Bantul. Berbekal ilmu yang dipelajarinya dari pabrik tempatnya bekerja. Ibu kustinah mencoba untuk mendirikan usaha rumahan modal kecil bisnis kuliner yang dia jalankan di rumahnya. Seiring berjalannya waktu, usaha rumahan nya kian berkembang hingga memiliki 10 tampat penggorengan dengan puluhan karyawan yang membantunya. Omzetnya kini tidak tanggung tanggung, berkisar hingga ratusan juta rupiah.

            Ibu Kustinah adalah sedikit contoh. Bagaimana dengan di Tanjungpinang? Penulis juga menemukan banyak usaha rumahan. Tren usaha rumahan yang saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata karena omset yang begitu besar didapat setiap bulannya, sehingga ini menjadi poin penting yang harus menjadi perhatian kita bersama untuk mendukung produk usaha rumahan agar lebih luas lagi pemasaran yang bisa dilakukan. Berbagai macam usaha rumahan yang dijalankan oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang membuka warung sarapan pagi, catering rumahan, pemesanan kue-kue basah, sehingga usaha rumahan ini harus mendapat perhatian khusus untuk berkembang menjadi lebih besar dan lebih professional.

            Usaha rumahan juga memiliki kelemahan yang membuat usaha rumahan gagal melanjutkan usahanya dikarenakan kurangnya profesionalitas dalam mengelola usaha yang dilakukan, sehingga harus adanya pemahaman yang diberikan kepada pelaku usaha rumahan agar usaha rumahan tetap eksis dan bisa membantu ekonomi keluarga dan ekonomi masyarakat. Usaha rumahan yang ingin menjalankan usahanya harus memiliki perencanaan yang baik agar usaha yang dilakukan tidak sekedar coba-coba atau hanya menjadi usaha rumahan gagal. Karena banyak usaha rumahan yang tidak bertahan lama, dalam berapa bulan sudah tidak aktif dalam mengoperasikan usaha rumahannya. Hal inilah yang tidak kita inginkan terjadi, seharusnya kita mendukung masyarkat yang memiliki usaha rumahan kemudian menjadikannya rumah usaha yang bisa berdaya untuk masyarakat dan menjadikan keuntungan yang didapat bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

            Sehingga usaha rumahan tidak bisa kita anggap remeh karena zaman sekarang yang serba canggih ini membuat usaha rumahan lebih mudah dijalankan, sekarang yang terpenting adalah kita memiliki ilmu dalam pengelolaan bisnis usaha rumahan yang kita geluti. Saat ini semua orang sudah mengenal internet dan jaringan media social, sehingga usaha rumahan juga harus segera menyesuaikan dengan zaman media social. Seperti usaha rumahan dropselling yang sekarang banyak digeluti oleh masyarakat, seharusnya diberikan pemahaman mengelola dropsell agar bisa memasarkannya dengan baik, dan juga usaha rumahan seperti catering juga harus memiliki pemahaman terkait pemasaran yang baik, zaman serba internet ini semua masyarakat akan memperoleh informasi melalu internet atau media social dan ini harus segera dikuasai oleh usaha rumahan.

            Karena perkembangan zaman yang semakin canggih dengan internet dan media social, usaha rumahan seharusnya mampu untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman pula. Media social pribadi atau media social usaha rumahan bisa digunakan untuk mempromosikan usaha yang dimiliki ke media social, sehingga usaha yang dilakukan bisa lebih berkembang dan banyak konsumen yang bisa membeli dan merasakan produk yang telah dihasilkan. Usaha rumahan jika tidak mampu untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba internet ini maka usaha rumahan akan sekedar menjadi usaha rumahan yang keuntungannya tidak meningkat dan mirisnya lagi usaha rumahan akan gagal untuk terus berkembang.

            Untuk itu usaha rumahan sekalipun harus memiliki ilmu dan pemahaman bagaimana mengusahakan usaha agar berkembang menjadi lebih besar dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dengan memanfaatkan segala hal yang bisa mendukung peningkatan usaha yang sedang dilakukan. Dari persoalan diatas itulah KOPER (Komunitas Pengusaha Rumahan) itu muncul dan kita memiliki tiga program pendampingan usaha yaitu Pendampingan Pembuatan Rencana Bisnis, Pembiayaan dan Pemasaran. Semoga bermanfaat dan pelaku usaha rumahan selamat bergabung dan selamat berusaha! Salam sukses KOPER.

Oleh: Widya Herlambang, M.Pd

Pengusaha dan Pembina KOPER (Komunitas Pengusaha Rumahan) Tanjungpinang