LAM Lingga Terbitkan Buku Kue Mueh Pengantin

Adhie Senin, 28 Januari 2019 09:48 WIB
70x ditampilkan Lingga

LINGGA - Tak lekang untuk berbakti, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga yang di pimpin oleh Datok HM. Ishak,MM ini telah menulis buku tentang panduan kue mueh pengantin yang kini sudah banyak terlupakan. Budaya Melayu yang telah banyak mengatur tentang tindak tanduk budaya kehidupan masyarakat Melayu, tak terlepas juga tentang kue mueh dengan berbagai macam nama yang unik dan enak rasanya.

Datok HM. Ishak yang selalu semangat bercerita tentang budaya Melayu, saat berdiskusi dengan wartawan portal ini menuturkan, " Saya secara pribadi sangat bersyukur kepada Allah Swt dan juga berterima kasih kepada teman-teman LAM yang telah banyak membantu hingga selesainya buku ini untuk kepentingan khalayak ramai. Buku ini bagi kami LAM sangat bermanfaat untuk menjadi nilai-nilai lestari budaya Melayu, terutama yang dibahas dalam buku ini tentang kue mueh yang selalu disediakan dalam acara pernikahan. Kami yakin sekali anak-anak milenial saat ini tidak tahu tentang kue mueh ini apalagi cara membuatnya.

Buku ini selain menulis resep-resep kue terdahulu, juga menyajikan tentang bagaimana cara memasaknya, diharapkan dengan buku ini kembali membuka semangat masyarakat Melayu Lingga untuk kembali melestarikan kue mueh yang sudah ada sejak nenek moyang dulu. Kue mueh terdahulu itu berbagai macam nama yang unik-unik, antara lain, Kue Khisidah, Rumput Surga, Pasir Neraka, Telur Belangkas, dan macam-macam nama lagi yang memang terdengar asing di telinga kita orang jaman now ini, ungkap Ishak.

Ishak berharap dan terus berusaha untuk memasukkan tentang kue mueh pengantin ini menjadi warisan budaya takbenda Indonesia lewat kabupaten Lingga mengajukan ke provinsi, selanjutnya ketingkat nasional. Dan buku ini diharapkan sebagai salah satu syarat untuk mudahnya nilai-nilai takbenda budaya Lingga diterima dan diakui secara nasional. ***