Barang Bukti Capai Miliaran Rupiah di Musnahkan BNNP

Admin Jumat, 8 Februari 2019 19:44 WIB
219x ditampilkan Pekanbaru

PEKANBARU, - Disaksikan lima orang orang tersangka, barang bukti narkoba yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dimusnahkan BNNP yang dipimpin langsung oleh Plt Kepala BNNP Riau, AKBP Haldun.

Sekita 15,9 Kilogram shabu dan 16.364 ekstasi serta 383,3 gram daun ganja di musnahkan sebagai barang bukti yang berhasil disita dalam dua kasus peredaran narkoba di Riau.

"Ini merupakan barang bukti dari dua kasus narkoba yang berhasil di ungkap oleh BNNP Riau," katanya. Jum'at (08/02/19) terkininews.com

Lanjut adapun rincian kasus pertama yakni tim BNNP Riau berhasil menyita sekitar 5 kilogram shabu, 263 butir pil ekstasi, dan 383,30 gram ganja kering pada 27 Januari 2019. Turut diringkus pula dua orang pelaku yakni Fi dan SM. Jaringan ini berhasil dirangkap di wilayah Pasir Putih. 

"Ini dikendalikan oleh narapidana RK yang saat ini tengah menjalani hukuman di salah satu lapas di Pekanbaru. Hal ini juga hasil penyelidikan informasi tentang maraknya peredaran narkoba di wilayah Rumbai," tambahnya. 

Untuk dua Tersangka ini di janjikan upah sebesar Rp13 jutaan perkilogramnya. 

Sementara untuk kasus kedua, tim BNNP Riau berhasil meringkus tiga orang tersangka narkoba. Yakni Si, F dan De yang juga merupakan jaringan internasional. Jaringan ini dikatakan Haldun dikendalikan oleh narapidana di salah satu lapas di jakarta dengan inisial PD. 

Tiga orang ini, berhasil diringkus di salah satu kamar yang terletak di lantai 6 Hotel Grand Suka Pekanbaru. "Dalam penggrebekan ini kita mengamankan sekitar 11 kilogram shabu, 16 ribu butir pil Ekstasi yang dikemas dalam tiga tas. Sementara, dirumah Si yang berada di Duri kita kembali berhasil amankan 1 kilogram lebih shabu,"terangnya. 

Untuk F dan De dijanjikan upah Rp10 juta perkilogramnya. Sedangkan Si dijanjikan upah Rp40 juta sekali pengantaran. 

Dikatakan, Haldun untuk para napi yang menjadi pengendali jaringan internasional karena diduga narkoba berasal dari Malaysia, tetap akan dilakukan proses hukum "Saat ini kita tengah kumpulkan barang bukti, baik itu barang bukti elektronik maupun lainnya. Saat ini juga kita sedang koordinasi dengan kalapasnya," tutupnya.***