Penanganan Kasus Penganiayaan di Polsek Sajoanging Terkesan Unsur Berpihak

Adhie Jumat, 15 Maret 2019 12:33 WIB
205x ditampilkan Daerah Headline

WAJO, -- Kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan di Mapolsek Sajoanging dengan (LP) laporan polisi nomor: LPB/104/II /2019/SULSEL/RES WAJO/SEK SAJOANGING, pertanggal 3 februari 2019 lalu. Kini telah berproses hukum dengan hasil putusan yang sangat tidak realistis.

Pasalnya penganiayaan yang dilakukan didepan umum tersebut tudak dilakukan penahanan kemudian putusan majelis hakim juga memutuskan dengan putusan percobaan selama 2 bulan apabila terlapor tidak melakukan tindak pidana maka pidananya dinyatakan gugur dengan sendirinya.

Meski perkara penganiayaan tersebut yang ditangani IPDA MUH YAHYA, SH selaku penyidik pembantu yang hasil penyelidikan tersebut setelah melakukan introgasi, pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi terbitlah Sp2Hp tanggal 11 feb 2019 dengan kesimpulan bahwa perkara yang  dilaporkan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena memenuhi unsur pidana. Terang Herianto Ardi saat bertemu Jum'at (15/3/2019) terkininews.com

"Kenyataan usai disidangkan di pengadilan negeri sengkang kamis 14 maret 2019 lalu, putusan majelis hakim kurang jelas yaitu dengan putusan tidak dilakukan penahanan dan percobaan selama 2 bulan apabila terlapor tidak melakukan tindak pidana maka pidananya dinyatakan gugur dengan sendirinya." papar Presiden AMIWB

Sementra itu presiden AMIWB yang turut menyikapi permasalahan tersebut sangat menyayangkan kinerja penyidik jajaran Polsek Sajoanging karena dalam perkara tersebut penyidik menggunakan pasal 352 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan ringan padahal korban mengalami luka benjolan diatas pelipis mata sebelah kanan serta mengalami kerugian in materil, Kata Ardi

Lanjut seharusnya penyidik bijak dalam proses menyikapi persoalan tersebut meski pelaku penganuaya di indikasikan adalah mitra kepolisian setempat demi tegaknya amanat  UUD 1945 pasal 28 D ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas pengakuan,

"Jangan karena pelaku adalah mitra polisi (Bampol) lantas penegakan hukum tumpul kebawah" tegas Ardyanto presiden AMIWB.

Dirinya juga berharap agar kedepan penanganan kasus serupa hanya terjadi sekali ini saja dan dengan penyelesaian perkara secara maksimal tanpa memandang siapa pelaku karena Jaminan,perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama didepan hukum harus diterapkan. kunci presiden AMIWB Herianto Ardi