Hari Hutan Sedunia Kababes KSDA Peringati Dengan Kampanye Jaga Hutan Konservasi

Adhie Kamis, 21 Maret 2019 11:32 WIB
324x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Berdasarkan resolusi PBB pada 28 November 2012 sebelum mulainya Hari Hutan Sedunia pertama kali di laksanakan pada 21 Maret 2013 lalu menjelaskan bahwa peringatan ini akan dirayakan setiap tahunnya untuk saling berbagi visi misi kehutanan dan kaitannya dengan perubahan iklim di seluruh dunia serta strategi yang harus dilakukan.

Hutan merupakan media sekuestrasi karbon yang utama. Selain ekosistem, populasi manusia terutama masyarakat adat di sekitar hutan sangat bergantung pada hasil hutan non-kayu untuk penghidupan mereka bahkan setiap Hari Hutan Internasional.

Bahkan negara - negara didorong untuk melakukan upaya lokal, nasional dan internasional untuk mengatur kegiatan yang melibatkan hutan dan pohon, seperti kampanye penanaman pohon.

Sekaitan dengan hal tersebut usai pagelaran kegiatan yang bertemakan "forest and education" (Hutan dan Pendidikan) kepala Balai Besar KSDA yang ditemui Kamis (21/3/2019) menjelaskan bahwa moment HHI ini di perigati semua element Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Saya baru saja ikut menghadiri Talkshow bersama dengan 14 Upt lingkup KLHK Sulsel bahkan saya di anugerahi juga buku PROSIDING Seminar Nasional Perhutanan Sosial" tandasnya kepada terkininews.com

Lanjut kata kepala balai besar konservasi sumber daya alam (BBKSDA) Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri mengatakan bahwa dalam memeriahkan HHI lingkup BBKSDA juga melaksanakan gerakan tanam pohon di lingkungan kantor dan kampanye menjaga hutan konservasi di wilayah kerja BBKDSA yang meliputi 15 resort di Sulsel

"Wilayah kerja BBKSDA Sulsel dan Sulbar mengelola 15 resort dengan luas Kawasan konservasi hamper 400 ribu Ha. Kawasan konservasi dengan tipe ekowisata beragam ini mulai dari danau, dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan yang menawarkan site pembelajaran (learning site) dan wisata yang menarik kepada masyarakat luas khususnya kaum generasi muda," papar Thomas

Saat ditanya tentang potensi wisata alam konservasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dirinya menjabarkan beberapa bahwa site milik KSDA yang bisa dijadikan lokasi belajar di alam seperti Taman Nasional Gandang Dewata, TWA Nanggala III, dan TWA Cani Sirenreng tandasnya

Lanjut untuk site pembelajaran tersebut kata Thomas Nifinluri dapat dikelola nelalui 10 cara baru kelola kawasan konservasi yang memerlukan kerjasama, kolaborasi kemitraan bersama masyarakat, dan pendekatan sains maka peran dan fungsi kawasan konservasi semakin strategis Untuk menjadi eco-edu forest atau sebagai tempat belajar tentang hutan dan alam. Kuncinya. (Ely/)