Selain Debat Bahasa Indonesia FKM Unhas Juga Gelar National University Debating Championship

Admin Sabtu, 23 Maret 2019 21:16 WIB
126x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- National University Debating Championship (NUDC) berlangsung Sabtu, (23/3/2019) yang digelar FKM Unhas adalah debat yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa kebutuhan dunia akademik mahasiswa.

Menurut Ketua Panitia, Muhammad Yusran Amir, SKM, MPH  bahwa NUDC merupakan tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan dan wawasan global menjadi salah satu alasan mengapa debat perlu menjadi bagian akademik mahasiswa.

Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat kedalam kurikulum pendidikan mereka, Indonesia perlu terus menjadikan debat sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun. Lebih lanjut dikatakan bahwa debat merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional. Terangnya

Sementara itu menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, menjelaskan tujuan dari debat bahasa inggris ini adalah peningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui media debat ilmiah,

"Debat dalam bahasa inggris meningkatkan kemampuan bahasa inggris lisan, dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa juga meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional". Kata dia

Selain itu, juga dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara logis dan sistematis, memperkuat karakter mahasiswa melalui pemahaman akan permasalahan nasional dan internasional beserta alternatif pemecahannya melalui kompetisi debat. Tambahnya

Tema debat bahasa inggris kali ini adalah

  1. THW make fathers take paternity leave
  2. THW prohibit all private health care in favour of comprehensive public healthcare system
  3. THW ban eating contest
  4. THBT employers should be allowed to discriminate on lifestyle factors (such as smoking and obesity) when hiring
  5. This House believes that the WHO should adopt a convention which bans the sell of drugs with high resistance tendencies (e.g. antibiotics) to countries which do not comply with WHO guidelines regarding their medical and agricultural use
  6. THW grant those diagnosed with terminal illnesses the right to access treatments that have not completed clinical testing.
  7. THW abolish taxes on alcohol and cigarettes that go beyond normal sales taxes.
  8. THW allow abortion at all stages of pregnancy
  9. This house believes that medical staff should be able to opt out of providing treatments on religious or ethical grounds.

Sementara itu menurut panitia dan 8 tim juri memaparkan penilaian berdasarkan penilaian dewan juri Muhammad Yusran Amir, SKM, MPH; Marini Amalia, SKM, MPHCN dan Andi Selvi Yusnitari, SKM, M.Kes bahwa yang terpilih sebagai juara adalah 

  1. Adalah tim Mifta Rahmilah dan Febriayanti Afitia Rohman. Juara 1
  2. Adalah tim Mirajannah dan Nurul Magfirah. Juara 2
  3. Adalah tim Gian dan Ghea. Juara 3

Mereka yang juara 1, selanjutnya, akan mewakili FKM Unhas pada tingkat universitas dan selanjutnya akan bersaing untuk mewakili Unhas pada tingkat nasional.

Sebagai reward pihak fakultas menyaipkan sertifikat baik sebagai peserta maupun yang juara dan diberikan uang pembinaan pada mereka yang juara.

  • Juara 1 sebanyak Rp.1.000.000 per tim,
  • Juara 2 sebanyak Rp.750.000 dan 
  • Juara 3 sebanyak Rp. 500.000.

Kami menyampaikan terima kasih kepada panitia dan mahasiswa yang telah terlibat dan menyukseskan kegiatan ini, ungkap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas.