Kisah Kebahagiaan Dibalik Sentuhan TMMD Kodam Hasanuddin

Adhie Kamis, 28 Maret 2019 09:16 WIB
622x ditampilkan Daerah Profil

MAKASSAR, -- Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin sebagai sebuah institusi militer terus berupaya seoptimal mungkin untuk selalu menjaga harmonisasi dengan mengabdikan diri kepada masyarakat.

Dorongan semangat pengabdian melalui berbagai kegiatan dilakukan tepat guna memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

TMMD merupakan salah satu wujud bhakti TNI dalam membantu Pemerintah Daerah dalam melakukan percepatan pembangunan guna kemajuan dan kemakmuran masyarakat di wilayah karena sejarah lahirnya TMMD, tidak terlepas dari jasa dan ide cemerlang dari Menhankam/ Pangab Jenderal Andi Muhammad Yusuf Amir atau lebih dikenal dengan Jenderal M. Yusuf mencetuskan program ABRI Masuk Desa (AMD) pada tahun 1980.

Program AMD pada waktu itu fokus pada pembangunan masyarakat pedesaan karena desa memiliki peran penting dalam pembangunan nasional diantaranya perintisan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan rumah, pengairan, dan sebagainya.

Seiring dengan dinamika kehidupan bangsa pada saat program AMD mencapai tahap manunggal ke-61 (tahun 1998) yang memasuki era Reformasi, berpengaruh terhadap tatanan organisasi khususnya perubahan nama ABRI menjadi TNI dan pada tanggal 16 Juni 1999, Panglima TNI menetapkan perubahan ABRI Masuk Desa berubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Sikap dan respon positif dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung adanya program TMMD serta konsistensi TNI dalam membantu kesulitan rakyat guna memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat, program TMMD terus digulirkan dan pada tahun 2019 ini memasuki TMMD ke-104 dan digelar di 15 wilayah Kodam termasuk di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin.

Kapendam XIV/Hsn Letkol Inf Maskun Nafik kepada terkininews.com. Kamis (28/3/2019) menuturkan bahwa TMMD pada tahun 2019 ini adalah yang ke-104, untuk wilayah Kodam XIV/Hasanuddin dilaksanakan secara terpadu di 4 kabupaten, 5 kecamatan dan 11 desa yang digelar oleh 4 Satgas yakni Satgas TMMD Kodim 1419/Enrekang, Kodim 1407/Bone, Kodim 1422 Maros dan Kodim 1417/Kendari, yang bergulir sejak tanggal 26 Februari lalu dan akan berakhir tanggal 27 Maret 2019.

Menyikapi adanya program Operasi Bhakti TNI tersebut di daerah kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menjadi daerah sasaran TMMD dalam memberikan dukungan penuh, tidak hanya pada TMMD Reguler ke 104 tahun ini, namun pada tahun 2018 telah dilaksanakan TMMD imbangan. Hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Enrekang sangat responsif terhadap program TMMD, yang telah membantu mempercepat pembangunan di daerahnya.

Bupati Enrekang H. Muslimin Bando, M.Pd, menuturkan bahwa, "Pelaksanaan TMMD yang berkesinambungan ini merupakan program positif dalam rangka membantu Pemerintah Daerah khususnya pedesaan dalam mengangkat dan mensejahterakan kehidupan sosial masyarakat agar taraf kehidupannya semakin sejahtera dan mandiri". Ucapnya ketika TMMD 2019 masuk.

Senada dengan penuturan Bupati Enrekang, Letkol Inf Aries Dwiyanto selaku Komandan Satuan Tugas TMMD ke 104 di Kodim 1419/Enrekang menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD di Kabupaten Enrekang ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan TMMD Imbangan pada tahun 2018 sebelumnya.

"Respon yang baik dan dukungan dari pemerintah daerah, mengalokasi untuk  sasaran fisik berupa pengecoran dan pengerasan jalan sepanjang 2.500 m, bedah rumah 20 unit, pembuatan jamban/MCK 20 unit dan rehab Masjid yang berlokasi di Desa Tungka Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang", ujar Dandim

Lanjut sedangkan sasaran non fisik meliputi penyuluhan Deradikalisasi Terorisme dan ISIS, Bintal dan Kerukunan hidup antar umat  beragama, Bela Negara, Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan, Hukum, Narkoba dan Kamtibmas, Penyuluhan Pertanian, Perternakan dan Kehutanan, Pengobatan Gratis dan Pemutaran Film Perjuangan, tambahnya

Lanjut kata Dandim 1419/Enrekang bahwa dengan tema "Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa Kita Tingkatkan Imunitas Bangsa Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat" sejauh ini telah berhasil mengambil banyak simpatik masyarakat desa.

Progres pengerasan jalan yang menghubungkan Desa Tungka dan Desa Temban telah rampung 100% dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari.

Suma (70) salah satu warga Tungka mengatakan bahwa "dengan adanya pengerasan dan pengocoran jalan yang dilakukan oleh Satgas TMMD, sangat meringankan beban dan mempermudah aktifitas saya sebagai seorang petani.
“sekarang saya sudah bisa mengangkut hasil kebun menggunakan kendaraan yang sebelumnya mesti saya panggul karena tidak ada akses jalan” tutur Suma.

Warga lain pun turut merasakan manfaat dari hasil TMMD, seperti halnya Ammak Nisa begitu tetangganya memanggil yang terbantu dengan adanya pembangunan  jamban atau MCK oleh Satgas TMMD.

“Saya ini kodong (rasa iba) warga desa yang berpenghasilan rendah tidak sanggup membuat jamban sendiri, suami saya hanya buruh tani” ucap Ammak Nisa dengan linangan air mata karena terharu atas kerja keras Satgas TMMD mewujudkan impiannya

Sasaran non fisik lainnya adalah yang bersentuhan dengan spiritual masyarakat desa Tungka yang mayoritas beragama Islam ini membutuhkan tempat ibadah yang representatif, nyaman dan bisa khusyuk menjalankan ibadah.

Rehabilitasi Masjid Al Misbahuddin semakin menambah kebahagian dan kegembiraan para warga. Hal tersebut terlihat dari pancaran wajah yang berseri-seri karena masjid yang selama ini kumuh dan reot, kembali kokoh dan mentereng diantara bangunan lainnya

Ustadz Kamaruddin selaku Imam masjid berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada anggota Satgas atas kepeduliannya telah membangkitkan semangat masyarakat dalam memakmurkan dan beribadah di Masjid Al Misbahuddin, karena masjidnya menjadi lebih bagus dari sebelumnya.

“Terima kasih Pak Tentara, semoga apa yang dilakukan Satgas menjadi berkah bagi kita semuanya" ungkap dan doanya
"Dulu warga disini kurang semangat beribadah di masjid ini dan memilih masjid di kampung tetangga karena kondisi masjid yang memperihatinkan, dan saat usai pengerjaan, bapak bisa lihat sendiri, masjid sudah ramai” ucap Ustadz Kamaruddin.

Hal lain yang menjadi kebahagian para warga adalah peran Serda Hamka dalam mengentaskan buta huruf Al Quran, melalui metodenya mengajarkan anak-anak belajar mengaji sejumlah lebih dari 85 anak-anak diajari mengaji setiap harinya. Selepas bekerja bersama rekan-rekannya menyelesaikan pekerjaan fisik, ia menyempatkan diri mengamalkan ilmu agamanya untuk diajarkan kepada anak-anak Desa Tungka tersebut.

Serda Hamka sendiri saat ditemui disela-sela mengajar mengaji, merasa sangat senang bisa mentranfer ilmunya kepada anak-anak. “Semoga yang saya lakukan ini dapat memperbanyak kebaikan dan bisa memberi manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain" Niat saya ibadah dengan ikhlas dan saya yakin bawa kebaikan itu akan memantulkan hasil baiknya” ujarnya sambil tersenyum

Keberhasilan dan dedikasi Serda Hamka mengajarkan ilmu agama menjadi buah bibir warga sekitar. Seorang ibu dari salah satu santri yang tidak ingin disebut namanya menuturkan bahwa ia merasa sangat senang anaknya pandai mengaji.

Kehadiran pak Hamka bersama Satgas TMMD sangat membantu di desa ini, bukan hanya membangun jalan, bedah rumah dan rehab masjid,  tapi juga mengajar ngaji anak-anak," ujarnya Darmawati

"anak saya yang selama ini malas pergi mengaji, begitu ada tentara yang mengajar anak saya pun rajin karena selalu diajak oleh Serda Hamka dan anak ada perubahan yang tadinya belum tahu baca huruf sekarang sudah bisa membaca" tandasnya 

Lain halnya dengan Ibu Nuraeni, salah seorang guru mengaji di Desa Tungka sangat berterima kasih  atas kehadiran sosok Serda Hamka.

"Kehadiran pak Hamka sangat membantu dan meringankan tugas saya, jumlah anak didik kami sebanyak 85 orang sedangkan guru pengajarnya hanya 3 orang" ungkapnya.

Ditambahkan Nuraeni bahwa keramahan dan kesabaran Serda Hamka dalam mengajar anak-anak, mampu memberikan rasa nyaman dan menumbuhkan semangat bagi anak-anak untuk belajar mengaji.

Dari penelusuran terkininews.com saat di lokasi TMMD yang bertemu langsung dengan warga, terlihat jelas ungkapan rasa bahagia warga Desa Tungka yang telah terbantu dengan masuknya Satgas TMMD dan berharap TMMD selanjutnya dapat kembali menyentuh masyarakat Desa Tungka (*)