Perjuangkan Hak Guru, IGI Sulbar Akhirnya Turun ke Jalan Gelar Aksi Damai

Adhie Jumat, 29 Maret 2019 20:53 WIB
88x ditampilkan Daerah Pendidikan

MAMUJU, -- Untuk pertama kalinya dalam dalam sejarah sejak berdurinya Ikatan Guru Indonesi (IGI) melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan menyuarakan kepada dewan agar membuat dewan etik guru, dimana nantinya menjadi jembatan orangtua dan guru untuk kasus kasus guru - siswa.

Aksi damai dan aksi simpatik yang di motori IGI. Jum'at (29/3/2019). Atas kasus penganiayaan oknum orang tua yang melaukan kekerasan kepada rekan guru. kami menuju ke DPRD menemui dewan.

Aksi damai tersebut digelar oleh IGI Sulawesi Barat dengan berjalan kaki yang beruntung dapat diterima dengan baik oleh Diterima ketua DPRD dan bebrapa angota dewan yang juga memberikan apresiasi kepada kapolres mamuju yang melakukan tindakan cepat dan profesional dalam kasus ini.
 
Menurut ketua umum IGI pusat dalam membela kawan seperjuangan yang terdzolimi yang menjalankan tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah kewajiban. Seperti halnya Harlawan menerima penganiayaan saat menjalankan tugasnya sebagai guru yang bukan dalam keterlibatan politik praktis tetap tidak turun kejalan. 

Bahkan dalam kasus guru terlibat politik praktis IGI yang pasti tak akan membelanya karena sesungguhnya mereka tahu kalau itu salah, namun karena membela kawan seperjuangan IGI tetap melakukannya sehingga mereka sebenarnya dalam kesesatan nyata maka konsekuensinya adalah konsekuensi pribadi bukan profesi atau organisasi.

Saat di konfirmasi melalui Sutikno selaku sekertaris IGI sulbar menegaskan bahwa aksi yang digelar bertujuan agar pemerintah memberi jaminan kepada guru untuk tetap mendidik tanpa banyangan ketakutan akan kriminalisasi atau benturan UU Perlindungan Anak.

Aksi damai star dari lapangan Ahmad Kirang mamuju dengan berjalan kaki menuju gedung DPRD dan disambut ketua DPRD mamuju Suraidah yang diterima anggota dewan Abdul Malik Balako dan menyesalkan adanya kekerasan terhadap guru. Terang Sutikno

Dalam pertemuan bersama ketua DPRD mamuju Suraidah juga dihadirkan dewan perwakilan diknas kabupaten mamuju dan sekertaris dinas yang memberi apresiasi atas aksi damai serta mendukung kegiatan aksi damai yang dilakukan. Tandas Sutikno

"Dirinya juga mengajak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Dan berjanji akaam menindak lanjuti rekkmendasi untuk membentuk dewan etik serta LBH guru.
Ketua dprd, siP mengawal kasus ini. Dan akan membuat regulasi terbentuknya dewan etik guru" ujar Sekertaris dinas melalui Sutikno

Sementara itu Kapolres mamuju menyampaikan akan berdiri didepan melindungi guru khusunya di wilayah kabupaten mamuju dan meminta elemen guru memberikan kepecayaan untuk mengawal kasus kekerasan terhadap guru. Ujar Sutikno