Datangkan Syeikh Palestina, KNRP Kepri Tawarkan Lebih Banyak Program 

Admin Selasa, 2 April 2019 14:21 WIB
113x ditampilkan Headline Tanjungpinang

TANJUNGPINANG,- Ramadan tahun ini 1440 Hijriah Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kepulauan Riau menawarkan banyak program selain melaksanakan safari Ramadan bersama Syeikh Palestina. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua pekan di Tanjungpinang, Batam, Bintan, Karimun dan Lingga. 

Hal itu seperti diungkapkan Raja Dachroni Sekretaris Umum KNRP Kepulauan Riau baru-baru ini kepada wartawan. Bulan Ramadan ini, menurutnya, KNRP menawarkan program tambahan yakni Quran Parenting dan Sadora (Safari Dongeng Ramadan) bersama pengkisah Kak Aam. 

Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menggelar program Safari Ramadan dengan mendatangkan syaikh dari Palestina langsung ke masjid-masjid di Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau yang digelar selama dua pekan dari 1 hingga 15 Ramadan.

"Saat ini kita sama-sama mengetahui bahwa terjadi pembantaian besar-besaran di Palestina, dan ini terus terjadi. Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen kita untuk mendukung kemerdekaan rakyat Palestina, kita menggelar program Safari Ramadan dengan mendatangkan syaikh dari Palestina yang akan menyampaikan secara langsung info terkini tentang Palestina dan menawarkan program lainnya seperti Quranic Parenting dan Safari Dongeng Ramadan bersama Kak Aam," kata Raja Dachroni dalam  siaran persnya.

Safari Ramadan yang berlangsung selama dua pekan tersebut, lanjut Dachroni, sekaligus melakukan penggalangan dana dan edukasi tentang Palestina.

"Kita berharap, dengan kegiatan ini masyarakat tahu kondisi Palestina saat ini  lebih parah dari yang diberitakan oleh media. KNRP konsisten untuk melakukan
program-program bantuan kemanusiaan di sana yang dibagi dalam empat kali program penyaluran Ramadan, musim panas, dingin dan hari raya Qurban," ujar Dachroni.

KNRP Kepulauan Riau menawarkan program kerjasama ke pihak sekolah, komunitas, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), perusahaan dan beragam organisasi lainnya. "Kita membuka kerjasama dan alhamdulillah beragam komunitas seperti Komunitas Pengkisah Indonesia sudah bergabung dan elemen mahasiswa FSLDK dan KAMMI ditambah beberapa media online dan cetak siap menyukseskan kegiatan ini," tutup Raja Dachroni.