Mahasiswa Program Doktor FKM Unhas Jadi Pembicara Forum International APACPH Malaysia

Admin Sabtu, 13 April 2019 10:01 WIB
161x ditampilkan Internasional

Malaysia, -- Syamsuriansyah M. Sadakah, mahasiswa Program Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menghadiri sekaligus menjadi presenter pada conference International (APACPH-KL) Asia Pacific Consortium of Public Health Chapter Kualalumpur yang dilaksanakan di University of Malaya.

Mahasiswa tersebut bergabung bersama 400 peserta dari berbagai negara meliputi misalnya Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Srilanka dan Indonesia, dan melalui teleconfrence 13 April 2019, Syam panggilan akrabnya yang juga merupakan Calon Legislatif Partai Nasdem Nomor urut 11 Dapil Kabupaten Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima mengatakan sangat senang menjadi pembicara internasional mengangkat tema Increasing nurses’ Public Service Motivation at Hospital of Nusa Tenggara Barat Indonesia.

Menurut dia kinerja perawat Rumah Sakit Umum Daerah di Nusa Tenggara Barat pada umumnya masih rendah. Nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh perawat masih belum diperhatikan sebagai aspek penting dalam peningkatan pelayanan.

Penelitian tersebutlah yang bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai filosofi budaya lokal masyarakat Nusa Tenggara Barat sebagaimana investasi peningkatan kinerja perawat Rumah sakit Umum Daerah di Nusa Tenggara Barat.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam (Indepth Interview) kepada perawat dan direksi rumahsakit, dan FGD (Focus Group Discuss) yang melibatkan perawat, supervisor, dan budayawan.

Pengolahan dan analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai filosofi lokal sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah di Nusa Tenggara Barat.

Menurt Syam lebih lanjut mengatakan bahwa nilai-nilai filosofi lokal sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, sikap, komunikasi dan peraturan sebagai peningkatan kinerja perawat RSUD di NTB. 

Nilai-nilai filosofi lokal ini berasal dari bahasa sebagai bentuk komunikasi verbal maupun nonverbal yang diperoleh dari sejarah dan kehidupan sosial masyarakat NTB di masa lampau secara jelas, kita tidak dapat menafsirkan bahwa nilai-nilai filosofi budaya lokal sangat mempengaruhi kinerja kemudian mempengaruhi perilaku manusia.

Singkatnya, penelitian adanya pengaruh nilai-nilai filosofi budaya lokal terhadap kinerja perawat. Rumah sakit umum daerah di NTB hendaknya menjadikan nilai-nilai filosofi budaya lokal sebagai kebijakan dalam dalam peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

Perawat diharapkan untuk terus memegang teguh nilai filosofi budaya lokal sebagai identitas diri dan rasa bangga terhadap budaya yang dimilikinya. Tentu saja ini menjadi pengalaman dan menjadi sarana ke depan untuk membawa aspirasi masyarakat terutama dalam bidang kesehatan pada dapil yang saya wakili. Kami berkomitmen untuk mewujudkan perjuangan tersebut dan akan menjadi kontrak politik bersama dengan masyarakat. (*)