Pangdam Sebut Kemampuan dan Militansi Prajurut TNI Adalah Modal Kebanggan Bukan Uniform

Adhie Sabtu, 13 April 2019 13:16 WIB
79x ditampilkan Daerah

GOWA, -- Suasana tangis haru dan bahagia warnai kehadiran keluarga mantan siswa Secata yang berlangsung di lapangan Prayudha Secata Malino Kabupaten Gowa saat diberi kesempatan oleh Pangdam untuk dapat bertemu keluarganya yang bahkan diberi kesempatan bersuafoto bersama Pangdam XIV/Hasanuddin.

Saat pelantikan 340 Prajurit Tamtama TNI Angkatan Darat Sabtu (13/4/2019) di Gowa Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si menyampaikan bahwa kebanggaan prajurit bukan didasari uniform saja.

"Kebanggaan sebagai prajurit tidak hanya didasari pada uniform (seragam) yang dipakai dan pangkat yang disandang, akan tetapi harus disertai dengan kemampuan dan militansi dalam melaksanakan tugas secara baik dan benar". Kata Pangdam

Dihadapan Prajurit Muda yang baru selesai mengikuti pendidikan selama kurang lebih lima bulan di Secata Malino itu, Pangdam mengingatkan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan langkah awal yang membawa konsekuensi logis dari tuntutan tugas sebagai abdi negara di bidang pertahanan.

"Ini pembuka gerbang awal dari pengabdian negara yang sesungguhnya dedikasikan diri dalam mempertahankan NKRI sebagai harga mati. Saudara sudah disumpah, Tuhan telah mencatat janjimu, maka tepati janjimu", ucap Pangdam.

"Jadilah prajurit yang profesional, rendah hati dan sopan", Kuncinya.

Sementara itu salah satu orang tua siswa Burhanuddin (49) tahun yang berpenghasilan tani menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pangdam yang telah mendidik anaknya (Prada Faisal) menjadi anggota TNI dan berhasil meraih predikat terbaik. "Terima kasih pak, mudah-mudahan anak saya dapat melaksanakan tugas dengan baik".

Diketahui upacara ditandai dengan penyamatan pangkat efektif dan pengambilan sumpah itu, dihadiri Irdam, Danrindam, para staf ahli Pangdam, Asisten Kasdam, Dansat/Kabalak Kodam XIV/Hasanuddin dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang X/Rindam, Forkopimda Kabupaten Gowa, para tokoh masyarakat, agama serta keluarga besar mantan siswa Secata.