Menyedihkan, Ternyata Pemekaran Dapil Senayang Minim Diwakili Putra Daerah

Adhie Rabu, 24 April 2019 21:02 WIB
313x ditampilkan Headline Lingga

LINGGA - Pemilihan wakil rakyat yang kononnya untuk mewakili suara rakyat, nampaknya tidak bisa berharap banyak oleh masyarakat Senayang. Pemecahan Daerah Pemilihan (Dapil) sendiri untuk  Kecamatan Senayang yang sekarang sudah dimekarkan menjadi 4 kecamatan, ternyata pada pemilihan anggota DPRD kabupaten Lingga periode 2019-2024 nampaknya minim diwakili putra daerah asli Senayang.

Kabupaten Lingga yang hanya memperebutkan 20 kursi anggota DPRD ini, memiliki 3 Dapil antara lain Dapil I dengan 6 kursi yang diperebutkan untuk kecamatan (Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Selayar), Dapil II dengan 4 kursi yang diperebutkan untuk (Kecamatan Senayang) dan Dapil III dengan 10 kursi tersedia untuk (Kecamatan Singkep, Singkep Barat Singkep Selatan, Singkep Pesisir dan Posek).
    
Data sementara yang telah dihitung ditingkat kecamatan, bisa dipastikan dari 4 orang yang bakal menduduki kursi panas dewan dari Dapil kecamatan Senayang hanya 1 orang diwakili oleh putra daerah yang lahir dari Senayang, sisanya adalah mereka politisi yang hanya memanfaatkan pemekaran dapil ini untuk mendapatkan suara. Berikut nama-nama yang bisa dipastikan lolos menduduki kursi dewan dari dapil Senayang yakni, Seniy (Partai Golkar),Ahmad Nasiruddin (Partai NasDem), Alpio Diaz Pawelloy (Partai Gerindra) dan Sui Hiok (Partai Demokrat). 

Terkait minimnya putra daerah Senayang yang menduduki kursi dewan dari perwakilan Dapil Senayang, Agussyuriawan mantan ketua KPU Lingga yang merupakan putra daerah Senayang mengungkapkan kepada wartawan terkininews.com " Saat ini saya sebagai anak daerah asli Senanyang cukup menyayangkan dengan peta politik saat ini,khususnya yang terjadi di kecamatan Senayang, karena sepengetahuan saya saat ini yang sudah nampak jelas bakal menduduki kursi dewan dari Dapil Senayang cuma 1 orang saja yang mewakili putra daerah yang lahir di Senayang, sisanya termasuk politisi dari luar kecamatan Senayang. Tapi harus kita akui juga mungkin inilah pilihan terbaik dari masyarakat sebagai alam demokrasi yang ada sekarang. Tapi sebagai putra daerah kita menyayangkan saja dari 4 peluang putra daerah untuk bisa mewakili Senayang ternyata cuma 1 saja", ungkap Iwan panggilan akrab beliau.

Sekarang ini kami cuma berharap nanti apabila calon-calon yang sudah terpilih dan dilantik, tidak meninggalkan kecamatan Senayang dan pemekarannya sebagai lumbung suara saja, karena kecamatan kami yang baru dimekarkan ini sangat butuh perhatian lebih dari pemerintah kabupaten Lingga agar bisa lebih maju lagi kedepan dari segi pembangunan maupun sumber daya manusianya, tambah Iwan.

Hal senada juga yang disampaikan oleh tokoh pemuda Senayang Arwan,M.Pd.I yang juga selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Temiang Pesisir yang merupakan pemekaran dari kecamatan Senayang sangat berharap, meski pemilu telah usai dan siapa-siapa calon yang terpilih nampaknya sudah jelas meskipun secara resmi menunggu keputusan dari KPU, namun dengan minimnya perwakilan dari putra daerah ini diharapkan calon yang terpilih harus mampu mewakili suara masyarakat kecamatan Senayang nantinya. Jadi, jangan hanya mencari suara ditempat kami saja, setelah ini entah beberapa tahun lagi baru datang kemasyarakat, sampai Arwan kepada media terkininews.com. ***