Daeng Kami Terdzolimi Direktur Pukat Sulsel Siap Ungkap Kebenaran

Adhie Kamis, 25 April 2019 17:02 WIB
75x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Warga kabupaten Jeneponto Dg.Kami (51) yang jadi korban penyiksaan dan kekerasan oleh sejumlah oknum petugas keamanan berpakaian seragam dan preman pasar sentral New Makassar Mall dengan di beri kekerasan ditendang, ditempeleng, lalu digunduli depan umum kini mulai menemui titik terang.

Suami korban Haruna (51) yang tidak terima perlakuan tersebut juga kini telah melaporkan kasus tersebut kekantor Polres Pelabuhan Makassar dengan Nomor Polisi :LP/97/IV/2019/SULSEL/RES PELABUHAN MAKASSAR, tanggal 10 April 2019 lalu.

Dg.Kami seperti yang di ketahui setelah di tuduh melakukan pencurian di Toko Batik Bone lantai dasar pasal sentral New Makassar Mall, ia ditetapkan oleh Kepolisian Polsekta Wajo sebagai tersangka dan di tahan hingga saat ini.

Seperti di lansir trotoar.id bahwa atas laporan Evi.D binti Taufan Darwis (36) jalan Beringin No.47, Kel.Watangpone, Kec.Tanete Riattang, Kab.Bone, Nomor Polisi : LP/29/III/2019/SULSEL/RES PELABUHAN MAKASSAR/SEK WAJO, tanggal 16 Maret 2019.

Penyidik Kepolisian Polsekta Wajo Bripka Arnoldus,SH yang menangani kasus ini dalam pemeriksaan terakhirnya diruang penyidik terhadap Rosidah (45) yang juga  didampingi kuasa hukumnya, (13/4/),

Dari hasil pemeriksaan tersebut juga diketahui bahwa beberapa hari sebelumnya saksi Rosidah telah mencabut kesaksiannya dengan mengirim surat pernyataan pencabutan kesaksian beserta alasannya, Kepada Kapolsekta Wajo di tembuskan ke Kapolda Sulsel, Kapolres Pelabuhan Makassar, Ketua Pengadilan Negeri Makassar, Kacabjari Makassar, Kuasa Hukum.

Selain itu pada saat pemeriksaan juga terungkap bahwa saksi Rosidah adalah merupakan saksi kunci tuduhan pencurian yang dialamatkan kepada tersangka Dg. Kami oleh sejumlah security New Makassar Mall yang sebelumnya telah melakukan tindakan main hakim sendiri.

Dalam pemeriksaan BAP terakhir penyidik Bripka Arnoldus,SH. Bahwa hal tersebut juga memang sudah tertuang di dalamnya. Sementara kesaksian suami tersangka Dg.Kami yang di ketahui bernama Haruna (51), saat mempertanyakan kasus istrinya dengan mendatangi ruangan penyidik yang menangani kasus ini, sempat di perlihatkan barang bukti milik korban atau pelapor Evi.D yang terletak diatas sebuah tempat duduk.

"Saya diperlihatkan dan ditunjukkan barang bukti milik istri saya (tersangka Dg.Kami), sudah dalam keadaan rusak habis terbuka plastiknya, "ini barang bukti istrimu", ucap Haruna kepada kepada media. Kamis (25/4/2019) mengulang kalimat penyidik.

Terkait hal tersebut Farid Mamma, SH. MH selaku kuasa hukum terduga pelaku pencurian di Pasar Sentral New Makassar Mall menggelar press komfrance di Warkop 147 Makassar mengatakan jika dalam perkara ini banyak sekali kekeliruan yang terjadi, dimana terduga pelaku tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan.

"Apa yang dituduhkan terhadap clien kami, itu tidak benar sebab clien saya tidak pernah mengakui barang tersebut adalah miliknya, melainkan clien saya teraniaya oleh oknum security, " Ungkap Direktur Pukat Sulsel.

Lanjut kata Direktur PUKAT (Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi) Sulsel. menegaskan akan siap menentang Kapolda serta Kapolres jika dalam hal ini untuk turun mengungkap kebenaran dibalik peristiwa tersebut.

"Saya minta kepada kapolda dan kapolres pelabuhan untuk segera melakukan gelar perkara kasus ini, sehingga dapat terang benderang dan mengungkap siapa pencuri yang sebenarnya," Kuncinya (*)