Ada Apa Dengan PLP Gedung UPT Gunung Tua

Admin Selasa, 14 Mei 2019 17:08 WIB
220x ditampilkan Daerah Headline

Medan. Sumut -- Puluhan mahasiswa kembali berunjuk rasa di depan kantor Markas Polisi Provinsi Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja dengan maksud kedatangan hendak menyampaikan Aspirasi Pembangunan Proyek Lanjutan (PLP) pembangunan gedung kantor UPT Gunung Tua di jalan Merdeka No 12 Gunung Tua Senilai Rp. 3.835.745.000, tahun anggaran 2018 yang di kerjakan Perusahaan PT. Razasa Karya.

Mahasiswa yang datang berunjukrasa ini tergabung di dalam Gerakan Masyarakat  Membaca (Gema Baca) Suamtera Utara, dan dikordinir Reza Fahlefi Nasution. Selasa (13/5/2019) terkininews.com

Menurutnya, setelah melakukan investigasi dan bukti administrasi serta photo pengerjaan proyek tersebut telah banyak menemukan ke jagalan dimana proses pengerjaan nya di duga dan terkesan asal jadi." Ujar Reza Fahlefi Nasution.

Aksi Mahasiswa Gema Baca tersebut digelar di depan kantor Mapolda Sumut dengan membawa perlengkapan berupa poster dengan tulisan - tulisan aspirasi rakyat dengan tuntutan antara lain

  1. Meminta Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut Dugaan Korupsi dan Mar Up Pada pengerjaan Proyek lanjutan Pembangunan Gedung Kantor UPT Gunung Tua, di jalan merdeka No 12 Gunung Tua Senilai Rp. 3.835.745.000, Tahun Anggaran pengelola pajak  dan retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara yang di di kerjakan oleh PT. RAZASA KARYA Sesuai Nomor kontrak 011/501/UPT/GT/IX/2018 tgl 14-9-2018
  2. Meminta Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk memeriksa (Sarmadan Hasibuan) dan Ka UPT G. Tua di duga aktor intelektual dalam melakukan Dugaan Korupsi proyek lanjutan Pembangunan Gedung Kantor UPT Gunung Tua, di jalan merdeka No 12 Gunung Tua Senilai Rp. 3.835.745.000.

M. Reza Fahlefi Nasution sangat prihatin dengan kondisi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, di mana sampai dengan saat ini masih ada pejabat yang berani melakukan korupsi pada kepemimpinan Edy Rahmayadi. Pungkasnya.

Saat berunjukrasa puluhan mahasiswa ini mendapatakan pengawalan ketat dari pihak keamanan yaitu Kepolisian. (Siregar/*)