GERAM Geruduk Kejari, Kepala Inspektorat Paluta Jawab Sinis Konfirmasi Wartawan

Admin Kamis, 23 Mei 2019 20:12 WIB
144x ditampilkan Daerah

Padang lawas Utara, Sumut -- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM) kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) geruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Paluta, Kamis (23/5/2019) terkininews.com

Dalam orasi Mahasiswa GERAM. Sandi Kurniawan Harahap meminta kejari Paluta untuk memproses Plt Kades Sipirok Kecamatan Portibi karena diduga telah menghilangkan objek- objek pengerjaan Dana Desa yang seharusnya dikerjakan pada tahap 3 tahun 2018.

Sandi juga meminta agar Kejari Paluta memanggil dan meminta keterangan pihak pendamping desa Sipirok, Camat Portibi dan Kadis PMD Paluta terkait dokumen pertanggungjawaban Dana Desa Sipirok tahun 2018.

Oleh karena itu menurut Ketua GERAM meminta agar kejari Paluta untuk menetapkan Plt. Kades Sipirok sebagai tersangka serta melimpahkan temuannya ke APIP Paluta agar bisa teridentifikasi berapa kerugian negara terkait dugaan proyek fiktif dana desa TA 2018. “Bapak Bupati Paluta,

"Copot Camat Portibi Gusti Harahap S.Sos dan Ismail Daulay S.Sos dari jabatannya karena tidak bisa mengemban jabatan dengan baik dan amanah,” teriak Sandi dalam orasinya.

Sementara itu Sutan Sinomba Parlaungan Harahap SH MH selaku Kepala seksi Intelijen Kejari Paluta yang menemui massa menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan pengaduan masalah dana desa tersebut. Ucapnya

“Kajari Paluta akan segera mengirimkan surat ke Inspektorat terkait dengan adanya dugaan fiktif Dana Desa Sipirok tahun 2018,” tegas Kasintel kejari Paluta dihadapan demonstran.

Usai mendapatkan jawaban massa lalu membubarkan diri dan kembali melanjutkan aksi dan berorasi di depan pintu gerbang Kantor Bupati Paluta.

Usai menyampaikan orasinya, Kepala Inspektorat Paluta, Husni Afghani Hutasuhut datang menjumpai mahasiswa. Husni menyampaikan, pihaknya sudah memanggil Plt Kades Sipirok dan sudah dimintai keterangannya.

“Segera kita bentuk tim, lalu sama-sama kita terjun kelapangan. Terkait pemalsuan dokumen, kumpulkan bukti baru berikan sama kami,” ujar Husni di hadapan para pengunjuk rasa.

Usai berdialog dengan pengunjuk rasa, Husni Afghani mengambil karton berwarna kuning bertuliskan Panggil dan periksa Plt Kades Sipirok terkait tindak pidana pencucian uang.

“Untuk saya jadikan sebagai barang bukti memeriksa Plt Kades Sipirok,” kata dia.

Husni kemusian meminta kepada pengunjuk rasa sebanyak 6 orang untuk ikut serta bersamanya untuk diambil keterangan dan untuk melengkapi berkas, namun massa menolaknya.

“Kami kesini bukan hanya enam orang, apa susahnya kalau kami semua ikut,” ujar Ari Anjas menimpali.

Anjas menjelaskan pihaknya hanya ingin berkoordinasi dengan pihak inspektorat terkait kapan jadwal investigasi secara bersama-sama ke desa Sipirok. Setelah berdialog panjang antara Kepala Inspektorat dengan massa dan tidak menemukan kata sepakat akhirnya pada pukul 13.50 WIB massa GERAM pun membubarkan diri.

Dari penelusuran media saat aksi demonstrasi bubar lalu menui kepala inspektorat terkait temuan dan tuntutan para mahasiswa.

“Mereka menganggap ada dugaan, ya diperiksalah,” jawab Husni Afghani Hutasuhut, kepala Inspektorat Paluta ini dengan dingin tanpa ekspresi sambil terus berjalan. (Siregar/*)