Ada Apa Dengan MA DDI Amparita, Video LIKEAPP Gaya Milenial Beredar Siswi di Keluarkan Ini Tanggapan PGRI

Adhie Sabtu, 25 Mei 2019 14:11 WIB
647x ditampilkan Daerah Headline Pendidikan

SIDRAP, -- Miris seorang siswi di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap sebut saja Armayani harus putus sekolah lantaran iseng dan tidak sengaja mengapload video berdurasi pendek ke media sosial.

Hal tersebut terjadi pada diri Armayani lantaran video ungahan yang beredar dari aplikasi google LIKEAPP miliknya bergaya milenial bersama teman teman ketahuan oleh pihak sekolah.

Armayani dan biasa dipanggil Ara’e, adalah siswa yang masih duduk di kelas II MA DDI Amparita tersebut, dikeluarkan dari sekolah sejak beberapa hari yang lalu.

Dari penelusuran media mengetahui bahwa pihak orang tua Ariayani tidak tahu pasti apa penyebabnya putrinya dikeluarkan dari sekolah yang sebelumnya hanyalah perubahan drastis terlihat usai ia dikeluarkan dari sekolahnya. Kata Usman D, ayah Armayani

"Saya tidak pernah dapat informasi dari pihak sekolah MA DDI Amparita terkait masalah putri saya telah dikeluarkan" Usman

Saya kurang paham masalahnya akan tetapi dari kabar yang saya dengar-dengar kalau putri kami ada masalah kecil dan katanya kepala sekolahnya marah karena ada video anak saya dan teman-temannya menari beredar di ponsel rekan-rekannya. Tambah Usman, menjelaskan.

Sementara itu Ketua PGRI Pusat Prof Wasir menjelaskan bahwa selama video tersebut tidak berbau porno, saya kira tidak benar kalau dipecat.

"Karena pemecatan itu adalah pelanggaran UUD PS 31 ayat (2) tiap- warga negara berhak mendapatkan pengajaran." terang Prof Wasir kepada terkininews.com

Oleh karena itu, Kalaupun video itu melanggar norma etika dan kesusilaan seharusnya Kasek mengundang orang tuanya, guru dan pihak lain yaitu komite sekolah, dewan kehormatan guru dari PGRI untuk membahas dengan baik persoalan itu. Terangnya

"Karenanya saya menilai bahwa pemecatan yangg dilakukan oleh kepala sekolah terlalu ekstrim" kuncinya

Terpisah saat kepala sekolah MA DDI Amparita. Ali Rahim saat di hubungi sepertinya enggan membeti komentar terkait pengeluaran siswinya tersebut kepada media.

Sesaat pada pembicaraan awal sangat respon akan tetapi saat ditanya terkait pengeluaran siswi "maaf pak lagi rapat" sembari menutup tlfn tanpa salam. (*)

Sumber