Penebagan Liar Marak di Toraja Tim Ops Balai Gakkum Sulawesi Amankan Dua Pelaku Illegal Logging

Adhie Kamis, 30 Mei 2019 07:00 WIB
229x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Tim Operasi Gakkum Sulawesi KLHK Seksi Wilayah I Makassar, bersama KPHL Saddang I kembali berhasil mengamankan pelaku penebangan liar yang menggunakan chain saw dalam kawasan Hutan Lindung Latimojong daerah Lembang Batu Alu Selatan Kecamatan Sangngalla Selatan Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi selatan .

Penangkapan pada 30 mei lalu oleh Tim Operasi Gakkum Sulawesi KLHK Seksi Wilayah I Makassar mengamankan 2 (dua) orang pelaku penebangan liar dan barang bukti berupa 2 (dua) buah chain saw Merk STHILL, parang beserta lembaran papan hasil olah. Ungkap Nafsah selaku Tim Ops,

Maraknya kegiatan penebangan liar di kawasan hutan lindung Latimojong rupanya telah terendus oleh petugas KPHL Saddang I yang kemeduian menindak lanjuti dengan penyampaian laporan kepihak Balai Gakkum.

Adapun Polhut KPHL Saddang I juga telah menghentikan pelaku inisial M dan inisial L yang sementara mengolah kayu pada 28 mei lalu dan menyusul pada 30 mei kembali Tim operasi Gakkum Sulawesi KLHK Seksi wilayah I Makassar menangkap 2 (dua) orang pelaku penebangan liar di dalam kawasan hutan Lindung Latimojong di Lembang Alu Selatan Kabupaten Tana Toraja.

Untuk saat ini penyidik telah menetapkan tersangka (M) dan (L) sebagai pelaku penebangan liar dan telah menitipkan tersangka di Rutan Klas I Makassar kemarin. Jum'at (30/5/2019) terkininews.com

"Tim penyidik masih terus melakukan pengembangan terkait siapa pemodal atau dalang dari kegiatan penebangan Liar ini" kata Kabalai Gakkum. Terang H Wakkas selaku penyidik yang menagani kasus tersebut

Para pelaku akan dijerat dengan pasal 78 ayat (5) jo pasal 50 ayat (3) huruf “e” Undang-Undang No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan dan atau pasal 82 ayat (1) huruf “c” Jo Pasal 12 huruf “c” dan atau pasal 84 ayat (1) jo Pasal 12 huruf “f” undang- undang 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah). Terang Waqqas

Atas keberhasilan dari Tim Ops Kepala Balai Gakkum Wilayah Sulawesi KLHK, mengucapkan terimakasih kepada Tim yang telah bekerja sama dengan baik sehingga kasus ini bisa diungkap.

“Kami berharap upaya penengakan hukum bisa memberikan efek jera dan kami akan terus memproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan,”

Dirinya berharap tangkapan ini dapat diketahui oleh khalayak ramai sehingga memberi efek jera bagi para pelaku kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pinta Dody Kurniawan, S.Pt. M.H., Kabalai Gakkum

Penebangan liar merupakan kejahatan yang luar biasa, dan tanpa penegakan hukum yang tegas,  tidak akan ada efek jera. Kunci Dody Kurniawan.