Babinsa Kodim Sidrap Kolaborasi BPBD Tangani Banjir

Adhie Selasa, 11 Juni 2019 17:14 WIB
86x ditampilkan Daerah

SIDRAP, -- Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang sepekan terakhir mengakibatkan tanggul sungai Tanru Tedong jebol dan tidak mampu menahan debit air sehingga beberapa Desa dan Kelurahan di wilayah Kec. Pitu Riawa, Dua Pitue dan Pitu Riase dilanda banjir sejak (8/6) lalu

Komandan Kodim 1420/Sidrap Letkol Inf Jamot Parluhutan Situmorang dengan sigap langsung meninjau ke lokasi bencana dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Sidrap untuk mengambil langkah penanganan bencana serta memerintahkan seluruh Babinsa di jajarannya untuk terjun ke lokasi bencana membantu proses penanganan dan evakusi masyarakat.

Sampai dengan saat ini,. Selasa (11/6/2019) laporan personel Babinsa yang bersama-sama personel BPBD dan instansi terkait yang berada di lapangan melaksanakan pendataan.

Bahkan dari pantauan belum ditemukan adanya laporan warga yang hilang maupun meninggal dunia meski kerugian masyarakat akibat banjir tersebut diperkirakan sangat besar apalagi saat ini masyarakat di tiga wilayah Kecamatan tersebut pada umumnya baru selesai memasuki musim tanam padi. 

Hasil rekapitulasi kerugian bencana untuk sementara waktu, sampai saat banjir telah merendam setidaknya 9.265 unit Rumah warga, 4.176 Ha sawah yang telah ditanami padi berusia 14 - 30 Hari Setelah Tanam (HST), 55 Ha perkebunan masyarakat, puluhan unit sekolah, perkantoran dan fasilitas umum serta ratusan meter tanggul yang jebol. 

Wilayah dengan dampak terparah terjadi di Kecamatan Dua Pitue dengan Total Area Persawahan masyarakat yang terendam air  mencapai 2.220 Ha, 1.939 Ha di Kecamatan Pitu Riawa dan 27 Ha di Kecamatan  Pitu Riase. (*)