Beredar Sosialisasi Pembiayaan Porseni PGRI, Ketum IGI Isyaratkan Bebaskan Diri di Keanggotaan PGRI

Adhie Jumat, 5 Juli 2019 18:57 WIB
249x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Beredar selebaran berita acara sosialisasi dari pengurus PGRI Kab. Barru untuk membantu Pembiayaan PORSENI PGRI Tingkat Provinsi yang terlaksana Aula Disdik Kab. Barru pertanggal 5 Juli Tahun 2019.

Dalam edaran tersebut diharapkan partisipasi sumbangan bagi anggota PGRI Kab. Barru untuk membantu pembiayaan PORSENI PGRI Tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan di Kab. Barru pada bulan november 2019

Melalui edaran Jum'at (5/7/2019) tersebut juga ada hasil keputusan yang menetapkan besaran nilai sumbangan sebagai Berikut

  1. Untuk Pengawas TK,SD/MI ,SMP/MTS,SMA/MA Rp. 1000000
  2. Untuk Kepala Sekolah yang ASN Mulai dari TK,SD/MI, SMP SMA/MA,SMK :Rp.1.000.000
  3. Untuk Guru ASN yang tersertifikasi: Rp750.000,-
  4. Untuk Guru ASN Non Sertifikasi : Rp.550.000,

Dari Biaya yang disumbangkan tersebut dikembalikan Kemasing-masing individu sebanyak Rp.250.000,- dalam bentuk Kostum (trenig spak 1 pasang)

Tekhnis Pembanyarannya sebagai berikut

  • Untuk sertifikasi dibayar satu kali pada saat dana sertifikasi tahap ke dua keluar dan diambil melalui bendahara Kabupaten
  • Untuk non sertifikasi dibayar selama 3 kali angsuran mulai bulan agustus 2019 melalu bendahara gaji Kabupaten

Demikian edaran tentang hasil keputusan yang disepakati dalam sosialisasi di Aula Disdik Barru dan dihadiri oleh kepala sekolah atau yang mewakili. dengan daftar hadir terlampir.

Menanggapi hal tersebut ketua umum pengurus pusat (IGI) Ikatan Guru Indonesia bergumam seraya meminta kepada semua pengurus IGI Propinsi untuk menarik diri dari ke anggotaan PGRI.

"Ini urusan intenral PGRI jadi kawan-kawan IGI yang tidak setuju, silahkan ajukan saja pengunduruan diri sebagai anggota PGRI. Jika bukan anggota PGRI masih diwajibkan, itu pemerasan dan pemaksaan kehendak," tegas Ramli Rahim kepada terkininews.com

Lanju kata Ketum IGI bahwa dalam posisi tersebut IGI akan memperjuangkannya karena kejadian ini terus berlangsung setiap tahun, daripada mengeluh, mari kita membebaskan diri. tegasnya.

Terpisah saat di konfirmasi terkininews.com kepada Prof Wasir selaku Pengurus PGRI yang menurutnya lagi rapat dijakarta memang membenarkan adanya edaran tersebut dengan atas dasar kesepakatan.

"iya memang benar dan mereka lakukan itu karena telah ada kesepakatan semua itu tidak akan terealisasi untuk memakai seragam jika mereka tidak memberi sumbangan masing masing" terangnya

Dari mana mereka mau pakai baju dan celana untuk persiapan hari guru jika bukan biaya masing masing. Misalkan beli baju dan celan dimana mau ambil uang kalo tidak ada uang. kata dia.

Kalo mereka tidak mau pake seragam misalkan trening atau baju maka tidak perlu membayar, dimana hal tersebut bukanlah siber pungli karena tidak ada paksaan. Bukankah lebih tinggi kesepakatan dari undang undang. Kunci Prof Wasir. (*)