Bayu, Muallaf Dari Suku Dayak Yang Terpaksa Titipkan Anaknya di Gereja

Adhie Kamis, 1 Agustus 2019 12:15 WIB
182x ditampilkan Batam Dpu Dt Batam

BATAM – Tidak gampang menjadi Muallaf, Mungkin demikian yang dialami Bayu (45), warga Kavling Bukit Kamboja, Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Banyak cobaan tentunya yang membuat baginya hidup sebagai Muallaf tidak begitu mudah.

Merasa mendapat ketenangan batin yang belum pernah ia rasakan, pria suku dayak ini memutuskan memeluk agama Islam sejak 2017 lalu. Ide ini tentu menjumpai pertentangan dari pihak keluarga, salah satunya adalah sang istri yang meminta diceraikan setelah itu. Cerita tak mudah berikutnya kembali datang. Reputasi sebagai muallaf membuat tak senang sejumlah rekannya “saya kesulitan dapat kerja, teman-teman yang dulu tidak ada yang mau membantu karena status agama saya saat ini” demikian yang disampaikan Bayu.

Tidak adanya peluang kerja, membuat Bayu memutuskan untuk berwira usaha. Dengan meminjam modal dari koperasi, bayu mencoba peruntungan dengan berjualan makanan cepat saji di salah satu warung di SP Plaza. Sayangnya persaingan usaha tidak begitu bagus. Tuntutan tagihan yang senantiasa mencekik tiap jatuh tempo membuat pria paruh baya ini tak mampu lagi membesar putri semata wayangnya. “akhirnya saya terpaksa menitipkan anak saya Ke Gereja” ucap bayu penuh sesal. Berikutnya ia tak mampu lagi sampaikan prihal tersebut.

Meski berat, Bayu akui tidak sedikit pihak yang mendukungnya saat ingin memeluk Islam “bahkan banyak ketua adat Dayak di Kalimantan sana yang mendukung saya masuk Islam” ucap bayu mengenang prihal dulu.

Kabar Bayu sampai terdengar juga oleh tim dari DT Peduli Kota Batam. Bantuan dari para donaturpun segera bergulir “saya sudah sadar bahanyanya riba, dan Alhamdulillah Daarut Tauhiid membantu dan InsyaAllah saya bisa hidup lebih tenang” kata Bayu dengan penuh terimakasih.

Berkenaan dengan nasib sang putri, DT Peduli Batam juga akan segera ambil tindakan “putrid pak bayu akan segera kami asuh di Baitul Qur’an Daarut Tauhiid Batam dan akan kami urus segala keperluannya” demikian yang disampaikan Devi Oktarina, Staf Program DT Peduli Kota Batam. “kami juga ucapkan terimakasih kepada para donatur yang sudah bersedia meringankan beban saudara kita” tutup Devi.