Gelar Upacara HUT RI ke-74, KNRP Ingatkan Bahwa Penjajahan Diatas Dunia Harus Dihapuskan

Admin Sabtu, 17 Agustus 2019 15:59 WIB
280x ditampilkan Jakarta

Jakarta, -- Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menyelenggarakan peringatan HUT RI ke-74 di halaman kantor KNRP, Jalan Jabir No 11, Ragunan, Jakarta Selatan hari Sabtu (17/8/2019). Sekretaris Jendral KNRP, sekaligus inspektur upacara Suhartono TB, menyampaikan semangat merdeka dan memerdekakan sesuai amanat pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

“Karena kita ingin mempercepat proses kemerdekaan bangsa Palestina dengan harapan kita semua para relawan Indonesia untuk Palestina ini bisa menyaksikan rakyat Palestina kembali ke tanah airnya utuh,” kata Suhartono kepada para peserta upacara.

Upacara peringatan HUT RI ke-74 dimulai pukul 9.00 WIB dan turut dihadiri oleh Ketua Umum KNRP Suripto, Bendahara Umum KNRP Caca Cahayaningrat, Perwakilan KNRP DKI Jakarta, KNRP Yogyakarta, KNRP Sumbar dan KNRP NTT. Disamping itu hadir sejumlah tokoh masyarakat diantaranya Ketua RT 05, RT 06, RT 07, RT 08 dan Ketua RW 07 serta Perwakilan Kelurahan, Bhabinkamtibnas dan Babinsa wilayah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

KNRP juga mengundang warga Palestina yang berada di Indonesia. Pesannya bahwa kemerdekaan Indonesia diraih juga ada andil dari bangsa Palestina, seperti yang tercatat dalam sejarah.

Perwakilan dari Babinsa (Bintara Pembina Desa), Sersan Zai sangat terkesan dan mengapresiasi penyelenggaraan upacara HUT RI ke-17 di KNRP. Dengan merasakan kemerdekaan sebagai warga Indonesia, bisa bersyukur sekali dan mengharapkan kemerdekaan juga bisa dirasakan oleh rakyat Palestina.

“Kita juga mengharapkan supaya warga Palestina bisa merasakan apa yang kita rasakan saat ini,” harap Sersan Zai.

"Delapan Warga Kepri Ikuti Qurban Berkah"

Terpisah, Ketua KNRP Kepri Bakhtiar M Rum melalui sekretarisnya Raja Dachroni mengungkapkan selama Iduh Adha yang jatuh juga pada bulan Agustus delapan warga Kepri turut menjadi peserta qurban bersama warga Indonesia lainnya melalui KNRP.

"Ini adalah bentuk perjuangan sosial atas ketidaksetujuan kita terhadap penjajahan di atas muka bumi seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945," kata Raja Dachroni.

Jika Indonesia 74 tahun memperingati kemerdekaannya, berbeda dengan Palestina 15 Mei yang lalu mereka meperingatk hari nakhbah atau hari penjajahan.

"Maka melalui momentum kemerdekaan Indonesia ini kita gaungkan kembali semangat dukungan dan perjuangan kemerdekaan Palestina," kata Raja Dachroni. (*)