Demi Menjaga NKRI, Kapolres Gelar FGD Bersama Tokoh Masyarakat

Redaksi Sabtu, 12 Oktober 2019 23:02 WIB
127x ditampilkan Lingga

LINGGA - Demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kapolres Lingga AKBP Joko Adi Nugroho mengajak semua komponen masyarakat untuk menjaga keuntuhan NKRI, hal ini disampaikan Kapolres Lingga dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Prima Inn Dabosingkep, Sabtu(12/10/2019). Dalam pertemuan yang mengusung tema menjaga kebhinekaan memperkokoh kebangsaan dengan saling menghormati antar umat beragama demi keutuhan NKRI.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Lingga, Alias Wello, Kepala Kesbangpol Kabupaten Lingga Armia, Kajari Lingga yang diwakili oleh Kasi Intel Kejari Lingga M. Andi Sofyan, Danlanal Dabo Singkep yang diwakili oleh Danden Pomal Lanal Dabo Singkep Kapten Laut (PM) Ferry Rungkat, Danramil Dabo Singkep yang diwakili oleh Serka Zulkifli, Kepala Kemenag yang diwakili Kasubbag TU Kemenag H. Wan Hamzari,  Kalapas yang diwakili oleh Kasubsi Yantahlola Lapas Dabo Singkep Purwo Sunarco, Kabid Perda Satpol PP Kabupaten Lingga Febrizal Taufik serta Camat, Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat. 

Kapolres Lingga mengajak masyarakat dalam menanggapi isu yang beredar baik di dunia nyata maupun media sosial tentang RUU dan PERPPU serta hoax yang diciptakan untuk memecah belah Kesatuan dan Persatuan Bangsa.’’Kita harus memahami bahwa ada pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa dari dalam negara kita sendiri, belajar dari pengalaman dari wilayah-wilayah lainnya, tentunya kita harus lebih bersinergi untuk menciptakan Lingga yang sudah aman menjadi lebih aman”, kata Kapolres Lingga.

Menurut Kapolres hidup dalam keberagaman serta kebhinekaan, jangan biarkan Kabupaten Lingga dimasuki oleh pihak-pihak yang ingin merusak dari dalam oleh sebab itu . AKBP Joko Adi Nugroho menghimbau kepada peserta yang hadir untuk bersama-sama mengantisipasi paham bersifat radikal yang berkembang seiring perkembangan teknologi, khusunya media sosial.

“Bijak dalam menggunakan teknologi, terutama media sosial. Gunakan media sosial sebagai hal yang positif, karena tanpa disadari seseorang dapat terpapar paham radikal hanya dengan melalui media sosial,” ucap Kapolres Lingga. ***