Grand Final Duta Palestina Gorontalo: Lahirkan Duta Duta Penyampai Pesan Kemanusiaan Palestina

Admin Ahad, 13 Oktober 2019 09:26 WIB
141x ditampilkan Daerah

Gorontalo, -- Setelah melalui proses panjang, sebagai penghujung, grand final pemilihan duta palestina Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Gorontalo akhirnya diselenggarakan.

Rangkaian agenda seleksi Duta Palestina ini sudah berlangsung sejak bulan April 2019, dimulai dari pendaftaran, wawancara, karantina hingga acara puncak grand final malam tadi, Sabtu (12/10/2019). Di Ballroom Hotel Eljie yang berjalan sukses penuh khidmat.

Siti Zakiyah, M.Pd., selaku Ketua Bidang Sosialisasi dan Edukasi KNRP Gorontalo menyampaikan bahwa dari kegiatan pemilhan duta palestina wilayah Gorontalo ini diharapkan dapat menghasilkan duta-duta yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan Palestina dan menjadi duta yang dapat membantu KNRP Gorontalo dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang permasalahan Palestina kepada Masyarakat lebih luas. 

“17 finalis tersisa, akan terpilih 1 putra dan 1 putri terbaik. Para duta dan kita semua ini semoga masuk dalam orbit ini, orbit keberkahan yang membantu urusan Palestina dan memperjuangkan agama Allah,” pungkas Hj. Novianita Achmad, M.Si, Ketua KNRP Provinsi Gorontalo, dalam sambutannya.

Sementara itu H. Suripto, S.H., selaku ketua KNRP Pusat yang turut hadir, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara ini adalah peristiwa besar, bukan hanya seratus atau duaratus orang yang mendapatkan manfaat kebaikan.

“Tetapi ini merupakan benih-benih duta palestina untuk terus menyuarakan perjuangan untuk kebebasan Palestina”, lanjutnya. “Event ini perlu ditindaklanjuti dan disemangati, agar lahir lahir duta Palestina lebih banyak, bahkan nantinya Gorontalo menjadi pusat dari duta-duta Palestina di Indonesia”, tutup pria berusia 83 tahun ini.

Diketahui Pemilihan Duta Palestina diikuti oleh pemuda pemudi dari berbagai kampus dan siswa beberapa SMA/SMK/MA di Provinsi Gorontalo. Diawali dengan 25 orang peserta yang mengikuti masa karantina, 17 yang terseleksi hingga grand final. Puncaknya, setelah menghadapi sesi pertanyaan dari dewan juri dalam grand final, terpilih Muhammad Ariyanto Adjulaini (UNG) Nur Laila Fatimah Anwar (UNG). 

Terlepas dari siapa yang terbaik, seluruh duta berkomitmen untuk terus berkontribusi menyuarakan perjuangan kemerdekaan Masjidil Aqsha dan Palestina, khususnya di bumi serambi madinah, Gorontalo tercinta. (*)