Ketiga Kalinya UNM Gelar ICEST 2019

Admin Sabtu, 19 Oktober 2019 13:55 WIB
170x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- Setelah keberhasilan ICEST ke-1 dan ke-2, Universitas Negeri Makassar kembali menggelar International Conference on Education, Science, and Technology (ICEST) 2019 ke-3 di Makassar, Indonesia Sabtu 19 hingga 20 Oktober 2019.

ICEST 2019 juga jadi forum menyatukan sejumlah besar akademisi, peneliti, dan profesional dalam bidang pendidikan, sains, dan teknologi untuk terlibat dalam berbagi pengetahuan yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar dan diketahui ICEST 2019 ini diikuti peserta dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Taiwan, dan Singapura. 

Menurut Wakil Rektor IV UNM yang juga ketua Panitia, Prof. Dr. Gufran Darma Dirawan, S. T., M. EMD., bahwa terdapat 120 makalah yang diterima oleh dewan editorial namun hanya 76 makalah saja yang memenuhi syarat untuk dapat diterima dan dipresentasikan.

Pada ICEST ke-3 kali ini, panitia mengundang Prof. Dr. Husain Syam, M.TP. (Rektor Universitas Negeri Makassar) selaku keynote speaker serta 4 pembicara Internasional yakni; Prof. Dr. Sahrim Ahmad (School of Aplied Physics studies, The National university of Malaysia), Dr. Chatpet Yossapol (School of Environtmental Engineering, Suranaree University of Technology), En-Chieh Chao, Ph.D. (Associate Professor in Sociology Department National sun Yat-Sen University, Taiwan), dan Andy Kok (Center of educational Development, Republic Polytechnic, Singapore).

Dalam sambutannya pada pembukaan ICEST, Rektor Universitas Negeri Makasswar yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 UNM, Prof. Dr. rer. nat. Muharram,  M. Si. mengapresiasi terselenggaranya konferensi internasional ICEST 2019 sebab konferensi ini dilaksanakan secara kontinyu sejak tahun 2015. 

Dirinya juga memberikan motivasi kepada peneliti di Universitas Negeri Makassar agar terus melakukan penelitian dan mempublikasikannya pada jurnal internasional berkualitas. Setiap publikasi internasional bereputasi akan diberikan suntikan dana mulai dari 10 hingga 20 juta. (hanny)