Miris Bukan Sembuh Usai Jalani Operasi Tities DP Kian Tersiksa

Adhie Kamis, 14 November 2019 12:02 WIB
887x ditampilkan Headline Jakarta

BOJONEGORO, -- Dugaan malpraktek juga terjadi atas diri dan kesehatan yang menimpa Tities Dwi Prihantana yang kini kian memburuk usai melakukan operasi ringan di RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro

Kronologis kejadian tersebut dikisahkan seorang kaka kandung Tities Dwi Prihantana (Rustaka Adi Pratama), yang iba melihat sang adik dalam kondisi yant tidak stabil hingga memohon kepada semua pihak agar dapat membantu meringankan beban kesehatan yang di derita sang adik.

Kepada terkininews.com kamis (14/11/2019) Rustaka Adi Pratama membeberkan kronologis pengobatan yang telah ditempuh korban sejak awal yaitu. Pada 12 Juni 2017 korban datang ke puskesmas Trucuk - Bojonegoro memeriksakan benjolan kecil berdiameter 1.5 cm di bahu sebelah kanan bagian belakang lalu oleh petugas puskesmas di rujuk ke RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro kata Rustaka

Kemudian pada 13 Juni 2017 pengobatan kemudian berlanjut ke RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro dibagian Poli Bedah yang saat usai dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Bedah RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro benjolan kecil tersebut dinyatakan uci-uci dan disarankan untuk operasi. Tandasnya

Lanjut pada 18 Juni 2017 sekira pukul 17.00 wib dirinya mendapat panggilan dari RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro agar datang ke rumah sakit untuk operasi dan (malam hari disuruh puasa) yang keesokan hari pada 19 Juni 2017 sekitar jam 06:00 wib dilakukan operasi dan rawat inap selama 3 hari

Namun miris yang terjadi saat pulang dari RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro dan selang waktu 1 minggu pembengkakan di area sekitar bekas operasi (pembedahan) mulai terjadi. Kontrol (berobat jalan) dan pengambilan jahitan serta resep obat juga berjalan meski (masih keadaaan bengkak dan keras).

Lalu setelah bengkak semakin melebar menjalar ke bagian sekitar pembedahan korban lanjut konsultasi tulang ke Dokter dan disarankan minum obat telan (dikasih resep obat lagi) akan segera sembuh papar sang kakak

"Saya tanyakan lagi pada Dokter Kenapa bengkaknya semakin melebar dan mengeras" ?

Dokter menjawab itu dampak dari operasi dan nanti minum obat bias kempes!! Ucapnya

Namun bengkak tersebut semakin lebar dan mengeras hampir berdiameter 23cm. "saya konsultasi ulang" dan Dokter mengatakan untuk operasi ulang setelah hari raya Idul Adha.dan dikasih resep obat Telan lagi

Hari raya Idul Adha berlalu dan kontrol ulang di Poli Bedah lagi, Dokter menyatakan tidak
usah operasi ulang dan di beri resep obat telan lagi biar sembuh, namun ada yang ganjal pada saat itu Dokter malah menanyakan kepada saya hasil operasi dan jenis penyakitnya???

Namun lagi lagi saat menjalani operasi lalu RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro korban tidak dilakukan foto rontgen, tidak ada keterangan hasil lab darah dan tidak dikasih hasil bukti pembedahan/operasi. Kata saudara kandung Tities DP

Lantaran tidak mendapatkan kepastian yang diharapkan dan luka bengkak seolah hidup penangan pihak rumah sakit yang membingungkan akhirnya keluarga sepakat berobat ke RS. Aisyiyah Bojonegoro pada bulan September 2011.

Adik periksa Di RS. Aisyiyah Bojonegoro (DiPoli Bedah) setelah konsultasi dengan Dokter Bedah tentang Pembengkakan Pasca Operasi di RSUD Dr. R. Sosodoro Bojonegoro (Dokter menanyakan Rekam Medis dari RSUD tersebut) yang tak kunjung pernah didapatkan pihak korban maka pihak Dokter RS. Aisyiyah Bojonegoro melakukan pengambilan sampel di area
Pembengkakan

"Alhasil dari Lab. POPULER(terlampir) kemudian Dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS. AL Dr. Ramelan - Surabaya untuk tindakan lebih lanjut sesuai hasil Lab. POPULER tersebut Kata Rustaka Adi Pratama kakak korban

Pada bulan Januari 2018 kembali datang di Rs. AL Dr. Ramelan melanjutkan hasil pemeriksakan lab terkait pembengkakan tersebut yang dilakukan pemeriksaan oleh Dokter RS AL DR. RAMELAN disarankan untuk MRI namun ternyata alat MRI Tidak memadai (tidak cukup muat ke area bengkak) akhirnya korban di rujuk ke Rs. DR. Sutomo - Surabaya.

Lanjut pada Maret 2018 korban datang ke Rs. DR. Sutomo - Surabaya. untuk MRI dan (hasil terlampir) dan melihat hasil MRI korban dialihkan ke Poli Paru.

Tindakan Poli Paru

  • 1 Tes Dahak (hasil terlampir)
  • 2. Foto Rontgen
  • 3. FNAB (hasil terlampir)

Dari hasil FNAB korban ditindaklanjuti di Poli TB Dot. Hasil pemeriksagan TB. Dot
Dokter mendiagnosa TB. Kelenjar dan harus menjalani pengobatan yang selama 6 bulan berlangsung tanpa putus.

Setelah menjalani pengobatan selama 6 bulan ternyata tidak ada perubahan malah pembengkakan semakin besar dan menjalar hingga dilakukan FNAB ulang yang ternyata juga bukan TD KELENJAR dan disarankan oleh Dokter untuk ke Poli Bedah DIGESTIF

Dipoli bedah DIGESTIF Dokter melihat hasil sebelumnya dan mereka melakukan diskusi dengan 4 Prof Doctor RS.DR Soetomo dengan hasil diskusi menyimpulkan bahwa penyakit Korban BUKAN TUMOR ATAU TB. KELENJAR melainkan pembengkakan akibat adanya 'Saluran Getah Bening' yang bocor atau terputus saat operasi pertama kali

Pupus harapan korban untuk berobat lantaran sudah terkendala biaya banyak tanpa penanganan dan pelayanan maksimal tenaga medis dan mencoba alternativ pengobatan herbal

Pihak keluarga korban berkesimpulan dari peristiwa dan kronologis pengobatan bahwa pembengkakan tersebut adalah hasil dari Operasi yang dilakukan pihak Dokter Bedah RSUD DR. R. Sosodoro Bojonegoro(*)

Sumber