Kepsek SD Inpres Minasaupa Diminta Untuk Mundur Dari Jabatannya

Codeth Jumat, 15 November 2019 10:30 WIB
581x ditampilkan Liputan Khusus

Makassar, - Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Minasaupa, yang terletak di jalan BTN Minasaupa Blok D/6 diduga banyak melakukan kesalahan atau penyimpangan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Baktiar salah seorang guru dimana, ia mengatakan bahwa Kepsek ini begitu banyak melakukan pelanggaran yang dilakukan sehingga para guru yang ada di sekolah ini meminta agar diganti atau mundur dari jabatannya.

"Kami (para guru) dengan Kepsek itu sudah tidak harmonis dan itu kita telah melakukan penandatanganan kemudian mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan. Namun, tidak ada respon hingga sekarang ini," ucap Baktiar saat berbicara di hadapan media, Jum'at (15/11/2019).

M Asri Umar Guru Kelas menambahkan, para guru melakukan penandatanganan itu karena kepsek itu selalu mengambil keputusan dan kebijakan-kebijakan hanya sepihak serta tidak melakukan musyawarah kepada guru-guru yang ada di sini.

Ia juga membeberkan bahwa listrik yang ada di sekolah ini, pernah disegel karena belum di bayar, Alat Tulis Kantor (ATK) hanya sekali dibeli, Toilet di gembok dan kuncinya dipegang oleh kepsek tersebut.

Selain itu, kata Asri Umar, mengenai dana BOS tidak diketahui oleh para guru dan hanya disuruh mengajar saja. "Kami disuruh kreatif katanya kita ini sudah sertifikasi, disuruh beli spidol, penghapus papan tulis. Jadi, kami mempertanyakan kemana anggaran itu," ungkapnya 

Lebih lanjut mereka menjelaskan jika sekolah ini pernah dilakukan renovasi. Dimana, salah satu panitianya adalah orang tua murid, kemudian orang tua murid ini meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB), karena RAB ini tidak kunjung diberikan, orang tua murid ini mengundurkan diri sebagai panitia, lantas kepsek ini kesal dan ingin mengeluarkan anaknya dari sekolah tersebut.

"Kejadian ini sudah berlangsung selama satu hingga dua tahun, kami juga sudah membuat surat ke dinas terkait tapi hanya disuruh sabar saja," imbuhnya.

"Kami berharap dan meminta agar kepsek ini diganti dengan orang yang baru atau Plt yang bisa diajak bekerja sama dan tidak seperti yang sekarang ini," terangnya.

Sementara itu, salah satu dari orang tua siswa menyampaikan kekesalannya yang mengatakan, bahwa kepsek ini banyak melakukan peraturan yang bertolak belakang seperti, buku cetak selalu kurang, pengadaan kamar mandi, security.

"Security dipecat tanpa ada alasan yang jelas, kamar mandi fasilitas untuk anak-anak itu memang dibangun akan tetapi digembok, kemudian jika anak-anak ini ingin ke toilet harus ke kepsek minta kuncinya," ungkap orang tua siswa.

Ia juga menjelaskan jika kepsek ini sering meminta sumbangan kepada orang tua siswa seperti kipas angin, kantin sekolah dikeluarkan karena tidak mampu membayar 800 ribu per bulan.

"Kami berharap agar kepsek ini diganti dan kebutuhan anak-anak diperhatikan toilet di aktifkan kembali, kantin sekolah agar dipanggil kembali," harapnya. (*)