Dianggap Hina Nabi Muhammad Tagar #TangkapSukmawati Jadi Trending di Twitter 

Admin Sabtu, 16 November 2019 16:39 WIB
199x ditampilkan Headline Jakarta Nasional

JAKARTA - Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama Sukarno menuai kontroversi dan turut diperbincangkan di media sosial. Tagar #TangkapSukmawati pun menguasai topik di Twitter hari ini.

Dilihat detikcom, Sabtu (16/11/2019), warganet mengkritik pernyataan Sukmawati tersebut. Sukmawati dinilai telah menghina Nabi Muhammad.

Baca juga: Ini Pidato Sukmawati Bandingkan Nabi Muhammad dengan Sukarno

Netizen juga menyeret-nyeret kasus Sukmawati saat membandingkan suara azan dengan kidung Ibu Indonesia. Ada pula yang mem-posting tulisan berjudul 'Bung Karno: Tak Ada Pemimpin yang Lebih Besar dari Nabi Muhammad'.


Adapun ucapan Sukmawati itu dilontarkan pada saat dirinya menghadiri sebuah diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' pada Senin (11/11).

Dalam diskusi itu, awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum.

"Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati, seperti dilihat detikcom dalam video yang viral.

Baca juga: Kontroversi Puisi Sukmawati di Bulan April

Akibat pernyataannya, Sukmawati dipolisikan Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke polisi atas dugaan penistaan agama. Ucapan Sukmawati itu dinilai sebuah penistaan terhadap agama. Pihak pelapor meminta polisi segera mengusut laporan tersebut.

"Kami Korlabi mendampingi Ibu Ratih atas nama pribadi/muslimah dengan melaporkan Sukmawati atas dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad dengan apa yang dikatakan oleh Sukmawati, yaitu membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad," jelas Sekjen Korlabi Novel Bamukmin dalam keterangannya, Sabtu (16/11).
(dkp/hri)

Sumber: detik.com