Chevron Diminta Salurkan Air Baku ke PDAM Duri dan Hibahkan Lahan

Admin Selasa, 3 Desember 2019 06:20 WIB
39x ditampilkan Daerah Headline

BENGKALIS- Ketua DPRD H. Khairul Umam, Wakil Ketua I Syahrial, Wakil Ketua III Syaiful Ardi, Komisi I yang diketuai oleh Zuhandi dan Komisi III yang diketuai oleh H. Adri mengadakan kunjungan kerja ke PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) Rumbai, Pekanbaru.

Kunjungan tersebut terkait bantuan sementara air baku PDAM Duri (tambahan volume) dan potensi lahan PT. CPI yang bisa dipinjam pakai atau hibah ke pemerintah daerah.

Rombongan disambut langsung oleh Sukamto Tamrin (GM Government Affairs dan Operation Support PT CPI), Rudi Arief (Manager Corporate Affairs Asset North), dan Wandedi (Manager Corporate Affairs Asset South).

Ketua DPRD Bengkalis H. Khairul Umam menyampaikan, maksud dari kunjungan ini adalah tindak lanjut dari keresahan masyarakat khususnya di Mandau tentang masalah air, pemerintah sebelumnya telah berusaha mencari sumber air dari PDAM.

“Pada prinsipnya adalah ingin melakukan kerja sama, karena biasanya kita mendapatkan air dari yang dimiliki Chevron, kerja sama pemerintah dengan perusahaan multinasional yang beroperasi di wilayah Bengkalis. Sehingga kita ingin membantu keluhan masyarakat, untuk sementara ingin menambah debit air yang disalurkan ke masyarakat, kalau bisa tahun 2020 ini kita mendapatkan aliran air itu, supaya masyarakat bisa mendapatkan air. Tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku, sumber air yang sekarang ini masih bisa digunakan adalah yang dari Chevron. Pada kesempatan inilah kita duduk bersama mudah-mudahan ada jalan keluarnya, permohonan kami di sini tolong sebisa mungkin agar kebutuhan air ke masyarakat terpenuhi," ungkapnya.

Anggota Komisi III, Hendri juga menyampaikan suplai air bersih dari PDAM untuk masyarakat debitnya airnya jauh menurun.

“Pertama kami sengaja datang ke sini tentu berharap lebih, bagaimana Chevron boleh membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air. Kami minta bantu tambahan kebutuhan air masyarakat yang ada di Mandau ini, kedua kami perlu juga meminta bantuan ke pada pihak Chevron terhadap lahan eks-Caltex yang berada di Mandau dan sekitarnya,"  terangnya.

Sementara itu, ditambahkan Direktur PDAM Tirta Terubuk Bengkalis, Jufrizal mengatakan, “kami dari PDAM sudah sering berkomunikasi dengan Cevron, kondisi air yang di distribusikan terakhir sampai 30L/detik, pipa kita ada 140 terakhir kita hitung dari lapangan, kami mohon terkait debit air 140L ini minimal sampai di pipa kami itu 100, kami juga berterima kasih kepada Chevron yang selama ini dari awal terbentuknya PDAM masih bergantung dengan air baku dari CPI. Kita juga berharap terhadap aset yang di kantor PDAM itu yang ada 6 hektar, kita juga sudah menganalisa untuk membuat waduk cadangan supaya bisa diserahterimakan,” ucapnya.

Dari pihak CPI Rudi Arief (Manager Corperate Affairs Asset North) menanggapi “CPI memiliki niat baik untuk menyediakan air untuk PDAM dengan komitmen kita menyediakan 25.000 BWPD dengan catatan bahwa sepanjang tersedianya air sungai ranau dan sepanjang fasilitas dapat dioperasikan, kita sudah mencoba untuk memaksimalkan dan meningkatkan suplai air itu, tapi terkendala pada dua hal yaitu umur dari pompa dan pipa yang sudah tua," terang Rudi Arief.

Ketua komisi I Zuhandi menyampaikan supaya pihak Chevron bisa menerima segala keluhan dari anggota DPRD Dapil Mandau tersebut sehingga masyarakat Mandau tidak mengeluh lagi terkait persoalan air ini. Zuhandi juga mengharapkan kerja sama terkait permasalahan tersebut baik dari pihak Chevron, kontraktor, PDAM dan pemda.

Anggota DPRD Sanusi menambahkan, “persoalan air di Mandau ini sudah terjadi bertahun-tahun, memang kondisi real saat ini tidak ada sumber air lain yang diharapkan masyarakat, berbeda dari yang dahulu, karena sekarang debit air berkurang kebutuhan masyarakat semakin meningkat, di forum ini kami menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang berada di Mandau jika persoalan kendala nya belum mendapatkan persetujuan dari SKK migas, kita sangat berharap dari keterwakilan Chevron pada hari ini bisa mengajak kita bersama sama untuk merundingkan dengan SKK migas ataupun dengan kementerian ESDM menjelang dua tahun ini sebelun proyek nasional diantara tiga kabupaten yang disebut Durolis. Kita sangat berharap dari Chevron untuk mempertimbangkan dengan sesungguhnya, dan jika komunikasi ini dilakukan dengan lintas sektoral, kami siap untuk berpartisipasi," ucap Sanusi.

Selanjutnya dari Ketua Komisi III DPRD Bengkalis H. Adri juga menyampaikan kalau bisa mencapai ke angka 60.000 BWPD (110L/detik), "ini sudah syukur Alhamdulillah, dari kedatangan kami ke sini, suplai air baku normal kembali," ungkapnya.

Kemudian Anggota DPRD Nanang Haryanto “saya sepakat apa yang di sampaikan Anggota DPRD tadi, kami mohon agar ini dapat terpenuhi, mengenai lahan kami menambahkan terkait masalah Jalan Wonosobo di Sebanga Kelurahan Talang Mandi, jalan itu menghubungkan Kelurahan Talang Mandi dengan Desa Harapan Baru dan Desa Bathin Betuah, hari ini pemerintah daerah tidak bisa untuk meningkatkan jalan tersebut untuk di aspal atau hotmix karena itu masih Jalan Chevron, jadi kalau ini tidak difungsikan oleh Chevron kita mohon jalan tersebut bisa dilepaskan pada pemerintah daerah sehingga kita bisa meningkatkan jalan tersebut menjadi jalan umum yang layak digunakan masyarakat di Mandau," ungkap Nanang.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh anggota DPRD, Sukamto Tamrin “dari sisi Chevron kita akan mengkaji mengenai lahan tadi, kalau memang itu di pakai kami akan sampaikan ke SKK migas dan kami kembalikan dulu mekanismenya, memang ini harus ada komunikasi, kami akan menginformasikan kepada bapak-bapak terkait lahan dan akan menkoordinasikan dengan pihak terkait,” terangnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Sekretaris DPRD Bengkalis Radius Akima, Direktur PDAM Jufrizal, Dinas PUPR, Kabag Persidangan Sumarhadi, Kabag Keuangan Safaruddin, serta tamu lainnya.***(dik/rls/riauterkini)