Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah

Redaksi Sabtu, 7 Desember 2019 11:34 WIB
147x ditampilkan Daerah Headline

TERKININEWS, BAGANSIAPIAPI - Jajaran Polsek Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian minyak mentah (illegal tapping) milik PT Chevron Pacifik Indonesia (PT CPI). Pencurian menggunakan truk, namun truk tersebut terpuruk.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Muhammad Mustofa, SIK, M.Si melalui Kasubag Humas Polres AKP Juliandi, SH, Sabtu (7/12/19) merilis kepada awak media, kalau pengungakapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi No: LP/ 47 / X / 2019/Riau/Res/Rohil/Sek Bangko Pusako, tanggal 16 Oktober 2019, sekitar pukul 16.45 Wib di Jalan Lintas Riau-Sumut KM 11 Kepenghuluan Bangko Jaya Kecamatan Bangko Pusako.

Identitas diduga pelaku, Af (38), buruh beralamat di Kelurahan Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, AF (30), wirasasta, berlamat di Kelurahan Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

Ar (42), wiraswasta, beralamat di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan, Mu (35), wiraswasta beralamat di Kepenghuluan Bangko Bakti Kecamatan Bangko Pusako.

Barang bukti yang berhasil diamankan, 1 (satu) unit mobil truck tangki warna putih dengan no pol terpasang BM 9575 PT (sarana untuk mengangkut minyak mentah dari Bangko Pusako ke Kota Medan), ditambah selang 2 Inchi sepanjang lebih kurang 30 meter (disita di TKP), kemudian 1 (satu) unit hp merek samsung J1 warna putih beserta kartu SIM Card No 085261503240 (alat komunikasi), (disita dari pelaku Mu).

2 (dua) unit baterai aki mobil daya 40 watt merek incoe (untuk mengebor pipa), disita dari pelaku Af, berkas di Polres Bengkalis.

Kronologis kejadian dan penangkapan, Rabu (16/10/19) sekira pukul 16.45 Wib di Jalan Lintas Riau – Sumut KM 11 Kepenghuluan Bangko Jaya Kecamatan Bangko Pusako, telah terjadi pencurian minyak mentah milik PT CPI dengan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) unit mobil truck tangki warna putih dengan no pol terpasang BM 9575 PT berisikan minyak mentah dalam keadaan terbenam dan satu buah kran yang terpasang pada pipa shipping line serta selang ukuran 2 inchi sepanjang 30 meter.

Berdasarkan laporan kejadian pencurian minyak mentah (illegal tapping) tersebut dan adanya penangkapan pelaku pencurian minyak mentah (illegal tapping) oleh pihak Sat Reskrim Polres Bengkalis Jumat (29/11/19) maka Team Reskrim Polsek Bangko Pusako, Ipda Doni Effendi, SH, Bripka Zustianus Barus dan Brigadir Riduan Pane melaporkan ke Kapolsek Bangko Pusako Iptu Kornel Sirait untuk melakukan penyelidikan ke pihak Reskrim Polres Bengkalis guna mengetahui apakah para pelaku ada melakukan pencurian minyak mentah (illegal tapping) di wilayah Polsek Bangko Pusako.

Kemudian Selasa s/d Kamis (03-05/12/19) dilakukan pemeriksaan terhadap 3 (tiga) orang pelaku yakni, Af, AF dan Ar, dari hasil pemeriksaan tersebut, Af mengakui Sabtu (12/10/19) memasang kran di bantu AF.

Selanjutnya Rabu (15/10/19) pelaku Ar mengakui mendatangkan 1 (satu) unit mobil truck tangki warna putih dengan no pol terpasang BM 9575 PT dari Medan untuk mencuri minyak mentah milik PT. CPI dengan sopir berinisial A (belum tertangkap, beralamat di Duri), ketika minyak mentah telah di isi ke dalam mobil tangki ternyata mobil tangki terbenam atau terpuruk di TKP.

Kemudian di akui juga bahwa sebelumnya pada bulan September 2019 tidak jauh dari lokasi tersebut pernah melakukan pemasangan kran pada pipa shipping line tetapi kran tersebut ketahuan oleh team Patroli dan tidak ada melakukan pencurian minyak mentah.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 3 (tiga) orang pelaku, Af, AF an Ar, di ketahui bahwa ada keterlibatan 3 ( tiga) orang masyarakat tempatan yakni, Mus (belum tertangkap) dan inisial IC (belum tertangkap).

Dimana peran Mus dan IC menujukkan titik atau lokasi pemasangan kran dan melakukan pemantauan ketika pemasangan kran serta pemuatan minyak mentah ke dalam tangki sedangkan IM berperan mengkondisikan pemilik lahan untuk pemasangan kran dan pemuatan minyak mentah ke dalam mobil tangki dengan mendapat bagian sebesar Rp 500,-/ Liter.

Atas keterangan dari 3 (tiga) orang pelaku yakni Af, AF, Ar maka dilakukan pengembangan pada Kamis (5/12/19) ke Duri untuk melakukan penangkapan terhadap sopir yakni inisial A (belum tertangkap) ternyata sudah pindah dan tidak diketahui alamat terbarunya.

Kemudian Jumat (6/12/19) sekira pukul 15.40 Wib dilakukan penangkapan terhadap Mu di rumahnya yang beralamat di Dusun Balam Selatan RT 01 RW 01 Kepenghuluan Bangko Bakti Kecamatan Bangko Pusako.

Terhadap Af perannya melakukan pemasangan kran pada bulan september 2019 tidak jauh dari lokasi TKP pada (16/10/19) dan minyak mentah di jual seharga Rp1.000,- / liter.

Terhadap AF, perannya membantu melakukan pemasangan kran pada bulan September 2019 tidak jauh dari lokasi TKP pada (16/10/19) dan membantu membuka kran dan memegang selang ketika pengisian minyak mentah ke dalam tangki.

Terhadap Mus, inisial IM (belum tertangkap) dan inisial IC (belum tertangkap) peran menentukan titik atau lokasi pemasangan kran pada bulan September 2019 tidak jauh dari lokasi TKP (16/10/19) dan melakukan pemantauan ketika pemasangan kran serta pemuatan minyak mentah ke dalam tangki dengan bagian Rp 500,-/Liter.

Terhadap Ar peran menyediakan mobil tangki dan melakukan pembayaran minyak mentah jika berhasil di curi dengan harga Rp1.000,-/liter, kemudian menjual ke penampung di Medan dengan harga Rp1.500,-/liter.

Terhadap inisial A (belum tertangkap) peran membawa mobil tangki dari rumah makan ke lokasi kran dan membantu memegang selang ketika memuat minyak mentah ke dalam mobil tangki.*(nop/riauterkini)