Pernyataan Lumrah Plt Gubernur Kepri Terkait Pemberian Uang OPD Dianggap Tidak Etis

Admin Kamis, 12 Desember 2019 07:25 WIB
196x ditampilkan Headline Tanjungpinang

TANJUNGPINANG - Pernyataan Plt Gubernur Kepri Isdianto disalah satu media online  Kepulauan Riau terkait upaya sejumlah OPD memberikan sejumlah uang kepada kepala daerah dianggap tidak etis walaupun  uang yang disetorkan tidak banyak dalam peraturan perundang-undangan tetap saja masuk kategori korupsi.

Hal itu seperti diungkapkan Suyito Dosen Sosiologi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang kepada terkininews.com baru-baru ini.

"Tak etis seorang Plt Gubernur Kepri mengucapkan seperti itu. Simulasi pemberian uang yang melibatkan para oknum OPD kepada Kepala Daerah dengan unsur niat dan kepentingan yang berbeda-beda bisa dikatakan upeti atau terkesan balas jasa karena secara politik dapat posisi atau jabatan di dalam kabinet Nurdin. Ini merupakan realitas yang berlebihan dan tidak beretika dalam melakukan pembelaan terhadap para oknum tersebut," kata Suyito yang juga merupakan Kandidat Doktor Unisza ini.

Ditambahkannya, pernyataan itu merupakan petanda dan penanda bahwa kecenderungan seperti ini sudah biasa terjadi di pemerintahan. Kamis (12/12/2019) terkininews.com

"Jika kita menganalisisnya dark pendekatan analisis kritik dan evaluasi. Kritik kita terhadap statement yang di ucapkan oleh Plt Gubernur tersebut adalah  bahasa pembelaan yang tidak seharusnya diucapkan, karena sepeserpun uang yang digunakan harus dipertanggungjawabkan oleh para OPD tersebut. Sementara itu kritikan kita sebagian besar pemberian para oknum OPD ke Mantan Gubernur tersebut sifatnya sesuai aturan atau tidak. Kalau tidak sesuai aturan berarti pemberian para OPD ke Mantan Gubernur namanya suap, kalau tidak suap apa namanya," jelasnya.

Dia juga meminta harus ada evaluasi peran, fungsi dan tanggung jawab seorang Plt Gubernur mengucapkan bahasa Lumrah pemberian Para OPD tersebut.

"Perubahan apa yang mau dicapai dengan Kebiasaan para OPD seperti itu," ketusnya.